Mochtar Riady: Pendidikan Indonesia Perlu Kolaborasi Sains dan Soshum

Kompas.com - 02/05/2019, 17:53 WIB
Mochtar Riady (Pendiri Lippo Group) dalam sambutan saat meresmikan gedung baru ?Mochtar Riady Social & Political Research Center? di lingkungan FISIP UI bertepatan Hari Pendidikan Nasional (2/5/2019). Dok. Lippo GroupMochtar Riady (Pendiri Lippo Group) dalam sambutan saat meresmikan gedung baru ?Mochtar Riady Social & Political Research Center? di lingkungan FISIP UI bertepatan Hari Pendidikan Nasional (2/5/2019).

KOMPAS.com - Bertepatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (2/5/2019), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Indonesia ( UI) meresmikan gedung baru yang diberi nama “ Mochtar Riady Social & Political Research Center”.

Peresmian dilakukan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir, Mochtar Riady (Pendiri Lippo Group), dan Prof. Muhammad Anis (Rektor UI).

Proses pembangunan “Mochtar Riady Social & Political Research Center” dimulai tahun 2016 dan selesai pada bulan Maret 2019 sehingga telah dapat digunakan kegiatan perkuliahan Tahun Akademik 2019/2020.

Selain perkuliahan, sesuai namanya gedung ini nantinya akan banyak digunakan untuk kegiatan riset di bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.  

3 riset unggulan

“Seiring berkembangnya globalisasi, ilmu politik pun kian maju, menggarisbawahi pentingnya bagi Universitas Indonesia sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia untuk terus mengasah dan memiliki fasilitas terdepan guna mengembangkan program riset unggulan, mencakup bidang riset ilmu sosial dan politik,” ujar Mochtar Riady dalam sambutan acara.

Baca juga: Mochtar Riady: AI & Big Data Kunci Pendidikan di Era Revolusi 4.0

Sejak lama Mochtar Riady telah menunjukkan kepedulian dan dedikasinya pada pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya untuk Universitas Indonesia.

Berawal dari Januari 2002, saat pendiri Lippo Group ini terpilih sebagai Ketua Wali Amanat Universitas Indonesia, ia telah mencanangkan tiga program riset unggulan UI, yakni Nanotechnology, Genome dan ICT (Information & Communication Technologies).  

Kolaborasi lintas ilmu

Di sela-sela acara, kepada Kompas.com Mochtar Riady menekankan pentingnya dunia Indonesia untuk melakukan kolaborasi lintas keilmuan dalam menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0.

"Dunia sudah bicara soal era digital saat ini mulai dari teknologi nano, AI, jaringan 5G dan bahkan kuantum. Tiongkok bahkan telah meluncurkan satelit kuantum untuk membangun kuantum telekomunikasi antara Beijing dan Shanghai," ujar Mochtar Riady memberi gambaran.

Ia menjelaskan saat ini teknologi dunia telah mengalami perkembangan yang sangat cepat dan pesat. "Saya kira bangsa Indonesia tidak bisa untuk tidak menaruh perhatian terhadap hal ini (teknologi)," tegasnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X