Kompas.com - 26/05/2019, 18:53 WIB

KOMPAS.com - HighScope Indonesia menggelar lokakarya mengangkat “Grading and Reporting Student Learning: Effective Policies and Practices” di Black Box Theater, Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang, Jakarta (21/5/2019).

Lokakarya ini bertujuan menyebarkan wawasan baru mengenai sistem penilaian yang efektif dan lebih sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Sejumlah praktisi pendidikan dari berbagai universitas dan para pembuat kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan turut hadir dalam lokakarya ini.

Sebagai nara sumber, HighScope Indonesia mengundang Thomas R. Guskey, pakar pendidikan bidang penilaian (assessment) dari Amerika Serikat. Guskey merupakan profesor emeritus College of Education University of Kentucky dan Senior Research Scholar.

Guskey juga merupaka penulis dan editor 24 buku pemenang penghargaan dan lebih dari 250 bab buku, artikel, dan makalah profesional tentang educational measurement, evaluation, assessment, grading, dan professional learning. 

Sistem penilaian siswa

Melalui Peraturan Mendikbud Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Pemerintah Indonesia menekankan penilaian adalah bagian dari proses pembelajaran, bukan hal yang terpisah.

Baca juga: Mengajak Siswa SD Perangi Sampah Plastik

Proses penilaian bertujuan untuk keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Meskipun standar penilaian tersebut sudah diatur pemerintah, namun penerapannya di lapangan masih belum sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai.

Salah satu contohnya adalah penghitungan hasil akhir nilai siswa dengan cara melakukan perhitungan rata-rata dari pencapaian siswa terhadap penilaian harian dan tugas, nilai tengah semester dan akhir semester berdasarkan bobot yang telah di tentukan.

Nilai 7 pada matematika tidak memberikan gambaran menyeluruh terhadap pencapaian kompetensi peserta didik terhadap proses pembelajaran serta hal apa yang perlu guru dan siswa perbaiki untuk membantu siswa.

Pembelajaran multidimensi

Berkaitan dengan sistem penilaian yang menunjang proses belajar mengajar, Guskey menyampaikan penilaian siswa jangan hanya berdasarkan proses memorisasi.

Sistem penilaian harus dilakukan secara menyeluruh, dalam arti dilakukan secara balance (seimbang), otentik (tulen) dengan mempergunakan multiple evidence (beragam bukti belajar), dan berdasarkan rubrik yang berisi kriteria pencapaian target belajar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.