Kompas.com - 31/05/2019, 20:29 WIB
Peserta pelatihan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, tampak aktif bekerja sama menyusun program peningkatan mutu pembelajaran dan budaya baca. Dok. Tanoto FoundationPeserta pelatihan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah, tampak aktif bekerja sama menyusun program peningkatan mutu pembelajaran dan budaya baca.

KOMPAS.com - Selain guru, kepala sekolah menjadi salah satu titik tumpu dalam melakukan perubahan pendidikan ke arah lebih baik.

“Mutu siswa ditentukan pembelajaran yang berkualitas, maka yang harus dikontrol dan diawasi adalah guru. Maju tidaknya sekolah bergantung kepala sekolah," ujar Hamid Muhammad, Dirjen Dikdasmen Kemendikbud dalam Sharing Best Practice "Program Pintar" yang digelar Tanoto Foundation (28/5/2019).

Kepala sekolah memegang peranan dalam membawa perubahan sekaligus menjaga konsistensi pembelajaran di sekolah mampu membuat siswa terlibat aktif. Dengan demikian, sekolah diharapkan mampu melahirkan lulusan dengan komptensi yang siap menjawab tantangan abad 21.

Literasi dan HOTS

Murniati Nasution (Kepala SDN 122375 Pematang Siantar, Sumatera Utara) memaparkan pengalaman membawa perubahan pembelajaran di sekolah.

Semua guru konsisten menerapkan pembelajaran aktif, siswa difasilitasi belajar menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill/HOTS), dan kegiatan membaca buku setiap hari.

Baca juga: Program Pintar: Semangat Perubahan lewat Pembelajaran HOTS

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orangtua juga terlibat aktif dalam mendukung peningkatan mutu sekolah. Kini, para kepala sekolah dan guru-guru dari sekolah lainnya tertarik belajar dan mengunjungi sekolah melihat proses pembelajaran di kelas.

“Saya sering mengikuti pelatihan namun tidak ada tindaklanjut implementasinya. Pelatihan Tanoto Foundation sangat berbeda. Sejak awal pelatihan kami sudah langsung berpraktik, kami juga didampingi agar dapat menerapkan dalam pembelajaran," ujar Murniati.

Supervisi dan diskusi

Ia menambahkan, "Hal itu membuat saya bersama para guru terinspirasi untuk berkomitmen menerapkan hasil pelatihan.”

Untuk memastikan guru juga berkomitmen menerapkan pembelajaran aktif di kelas, Murniati rutin melakukan pendampingan pembelajaran melalui kegiatan supervisi.

”Sebelum supervisi, saya mendampingi guru menyiapkan dalam perangkat dan media pembelajaran yang akan digunakan. Di dalam pembelajaran, saya juga tidak hanya duduk diam dan mencatat, tetapi saya ikut mendampingi proses pembelajaran," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.