Kolaborasi Dosen dan Guru Memecah Kebuntuan Pembelajaran di Kelas

Kompas.com - 16/07/2019, 20:15 WIB
Tanoto Foundation melalui Program Pintar  atau pengembangan inovasi untuk kualitas pembelajaran menggelar lokakarya nasional Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaborasi Guru - Dosen di Jakarta dan berlangsung 13-15 Juli 2019. DOK. TANOTO FOUNDATIONTanoto Foundation melalui Program Pintar atau pengembangan inovasi untuk kualitas pembelajaran menggelar lokakarya nasional Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaborasi Guru - Dosen di Jakarta dan berlangsung 13-15 Juli 2019.

“Kami mengembangkan kemitraan LPTK dengan sekolah mitra atau sekolah lab melalui program PDS (penugasan dosen di sekolah). Program PDS ini relevan dengan kegiatan kolaborasi guru dan dosen dalam melaksanakan PTK untuk memecahkan masalah-masalah pembelajaran di kelas,” tukasnya.

Lebih jauh Paristiyanti berharap kepada seluruh peserta agar apa yang telah diperoleh dalam kegiatan ini nantinya dapat ditularkan kepada guru lain, khususnya dalam lingkup MPMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) yang terdapat di sekolah dan dinas pendidikan.

"Apa yang sudah diperoleh di sini jangan hanya menjadi pengetahuan namun juga harus diaplikasikan di dalam kelas hingga kemudian menjadi budaya," pesannya kepada seluruh peserta.

Pemecahan masalah pembelajaran

Prof. Hari Amirullah Rachman, Tim Penilai Angka Kredit Guru Kemendikbud yang menjadi salah satu fasilitator menyebutkan, masih banyak guru kesulitan melakukan PTK.

Kebanyakan guru perlu diperkaya dengan teori-teori pembelajaran untuk mendukung pemecahan masalah pembelajaran.

“Melalui kolaborasi PTK ini, dosen dapat memperkuat guru dalam menerapkan teori pembelajaran yang relevan untuk menyelesaikan masalah pembelajaran yang dihadapi guru,” katanya.

Selanjutnya, kegiatan ini akan terus berlanjut selama enam bulan ke depan. Para dosen dan guru akan berkolaborasi melaksanakan PTK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada 20 dosen dari 10 LPTK (lembaga pendidikan tenaga kependidikan) dan 20 guru dari 20 sekolah dan madrasah mitra/lab LPTK yang terlibat dalam kegiatan PTK ini.

Menerapkan pembelajaran "MIKiR"

Christie Stephanie Piar, dosen FKIP Universitas Mulawarman, dan Noriska Rahmadiani, guru kelas V SDN 005 Samarinda, Kalimantan Timur, yang berkolaborasi dalam PTK ini, telah mengidentifikasi masalah pembelajaran yang terjadi di kelas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.