Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi: Jangan Jadikan "Pilihan Kedua"

Kompas.com - 18/07/2019, 15:10 WIB
Universitas Prasetiya Mulya menjadi tuan rumah Seminar Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia dengan mengangkat tema Implementasi Pendidikan Sistem Ganda (Dual System), Jakarta, Rabu (17/7/2019). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARUniversitas Prasetiya Mulya menjadi tuan rumah Seminar Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia dengan mengangkat tema Implementasi Pendidikan Sistem Ganda (Dual System), Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Ia berharap melalui seminar yang digelar akan mampu menghasilkan sejumlah arahan untuk mendukung sistem pendidikan vokasi di level nasional.

Sertifikasi mahasiswa dan dosen

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam paparannya menyampaikan pemerataan sertifikasi kompetensi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas lulusan vokasi, baik bagi mahasiswa vokasi dan juga dosen.

"Sekarang dunia industri global tidak lagi bertanya kepada pelamar kamu punya ijazah apa melainkan kamu punya kompetensi apa? Untuk itu mahasiswa harus kita dorong punya sertifikat kompetensi selain ijazah kelulusan," ujar Menteri Nasir.

Menristekdikti juga menekankan pentingnya juga memberikan sertifikat kompetesi bagi dosen. "Mahasiswa kita dorong memiliki sertifikat kompetensi tapi ternyata dosennya tidak punya sertifikat kompetensi, maka perlu dilakukan yang namanya retooling," kata Menteri Nasir.

Menristekdikti menyampaikan pihaknya telah melakukan upaya secara besar-besaran pada 2018 untuk mengupgrade para dosen yang belum mendapatkan sertifikat kompetensi pada bidangnya.

Dalam upaya memberikan sertifikasi kepada para dosen, ‘retooling’ atau pengenalan teknologi terbaru kepada para dosen, Kemenristekdikti masih kesulitan mencari para dosen yang berkeinginan untuk mengikuti ‘retooling’ ke luar negeri, seperti Kanada, Swiss, dan Jerman.

"Kalau yang internasional, bujet akan kita keluarkan, bahkan tahun lalu saya menganggarkan sampai dua ribu orang, ternyata yang daftar hanya tiga ratus - empat ratus. Ternyata tidak mudah mencari orang. Dosen kita banyak, tapi ternyata tidak mudah mencari yang siap mengikuti program ini," ungkap Menristekdikti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Vokasi membangun ekonomi daerah

Menteri Nasir juga menyoroti, dengan adanya pendidikan vokasi yang dekat dengan industri, banyak potensi daerah yang bisa diunggulkan, apabila para pekerjanya memiliki sertifikasi profesi dan bekerja sesuai standar profesional.

Menteri Nasir mendorong pendidikan vokasi atau politeknik dibangun berdasarkan potensi ekonomi daerah sehingga dapat memberi dampak langsung bagi pembangunan ekonomi daerah tersebut melalui SDM yang berkompeten dan memiliki daya saing unggul. 

Misal, Kemenristekdikti mendorong didirikannya politeknik berfokus pada wisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terkenal akan Naga Komodo dan pesona bawah laut.

"Akhirnya dibuka di sana, Politeknik Politeknik Elbajo Commodus. Menarik sekali ini. Saya minta Anda kalau mau buat politeknik, harus unik kebutuhannya. Pertama, yang dia buat adalah tour guide-nya, kedua kulinernya. (Saya sampaikan) Anda harus kerja sama, harus ambil segmen mana," cerita Menristekdikti.

Ia melanjutkan, "Akhirnya bekerja sama dengan Perancis. Kalau malam hari tidak ada kegiatan, seninya harus dihidupkan, mungkin ada kesenian tradisional, bagaimana agar suasana hidup."

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.