Inovasi Kelas, Siswa Belajar IPA lewat Popok dan Bungkus Bekas Jajanan

Kompas.com - 24/07/2019, 18:49 WIB
Siswa SMPN 11 Batang Hari, Jambi menunjukan hasil pembelajaran inovatif mereka di kelas yang memanfaatkan popok bekas sebagai media tanam. DOK. TANOTO FOUNDATIONSiswa SMPN 11 Batang Hari, Jambi menunjukan hasil pembelajaran inovatif mereka di kelas yang memanfaatkan popok bekas sebagai media tanam.

KOMPAS.com- Pembelajaran dengan model tradisional di mana "guru menerangkan dan siswa mencatat" kurang mendorong minat dan antusiasme siswa dalam belajar di ruang kelas. Metode ini kurang mendorong siswa dalam berpikir kritis dan kreatif.

Padahal tantangan pendidikan saat ini adalah bagaimana mampu melahirkan lulusan yang memiliki 4 kompetensi dasar yang dibutuhkan abad 21: kemampuan berpikir kritis, kreatif, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berkolaborasi/kerjasama.

Praktik baik inovasi pembelajaran di kelas dengan memerhatikan kepedulian terhadap lingkungan dilakukan sekolah mitra Tanoto Foundation di kabupaten Batang Hari, Jambi, dan Tanjab Timur yang terletak di provinsi Jambi. 

Seperti disampaikan Saiful Bahri kepada Kompas.com melalui pesan singkat, berikut beberapa inovasi pembelajar yang dilakukan guru dan siswa di provinsi tersebut dengan menggunakan bahan bekas sebagai media pembelajaran dalam kelas:

1. Pemanfaatan popok bekas

Fasilitator daerah Tanoto Foundation dari SMPN 11 Batang Hari, Titien Suprihatien memanfaatkan popok bekas sebagai media tanam. Menurut Titien, kegiatan ini merupakan aplikasi materi pencemaran lingkungan kelas VII mata pelajaran IPA.

Baca juga: Lawan Stigma, Mau Rangkul Anak dengan HIV/AIDS?

“Kita sering menemukan popok di tempat sampah atau di rumah bekas bayi, saya meminta peserta didik untuk membawa agar bisa digunakan menjadi media tanam,” ujarnya.

Menurutnya, gel terdapat di dalam popok bekas dapat menampung air, sehingga tanah yang disiram air tidak cepat kering. Dengan penggunaan gel dari popok bekas, dapat mengurangi intensitas penyiraman karena air tertampung gel sebelum dialirkan perlahan-lahan.

Sebelum digunakan, pihaknya menyarankan agar menggunakan sarung tangan dan masker, lalu bersihkan popok bekas, gunting dan keluarkan gelnya dan masukkan ke dalam ember.

Setelah ember ditutup rapat selama 7 hari, popok bekas siap digunakan untuk menanam tumbuhan, “Jangan lupa tambahkan media tanah sebagai nutrisi hidroponi,” jelas Titien.

Selain popok bekas, sekolah berkonsep go green ini juga memanfaatkan handuk bekas untuk membuat pot bunga, dan media ban bekas untuk menaruh tanaman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendikbud Buka Lowongan Magang Mahasiswa, Ini Posisi dan Syarat

Kemendikbud Buka Lowongan Magang Mahasiswa, Ini Posisi dan Syarat

Edu
[POPULER EDUKASI] Cara Daftar dan Syarat Peroleh Kuota Gratis Kemendikbud | Indofood Banyak Buka Lowongan Lulusan SMA, D3, dan S1 | Pahami Syarat Peroleh Kuota Belajar yang Cair di Maret 2021

[POPULER EDUKASI] Cara Daftar dan Syarat Peroleh Kuota Gratis Kemendikbud | Indofood Banyak Buka Lowongan Lulusan SMA, D3, dan S1 | Pahami Syarat Peroleh Kuota Belajar yang Cair di Maret 2021

Edu
Jumlah Anggaran Turun, Subsidi Kuota Gratis Kemendikbud Menipis

Jumlah Anggaran Turun, Subsidi Kuota Gratis Kemendikbud Menipis

Edu
4 Kampus Terbaik Indonesia Bidang 'Engineering-Technology' QS WUR 2021

4 Kampus Terbaik Indonesia Bidang "Engineering-Technology" QS WUR 2021

Edu
Pola Pikir Mahasiswa Indonesia, Growth Mindset atau Fixed Mindset?

Pola Pikir Mahasiswa Indonesia, Growth Mindset atau Fixed Mindset?

Edu
Satu Tahun Pandemi, Sekolah Bukan Satu-satunya Tempat Belajar

Satu Tahun Pandemi, Sekolah Bukan Satu-satunya Tempat Belajar

Edu
I3L School of Business Raih Tim Terbaik dan Dosen Terbaik Ajang X-Culture Internasional

I3L School of Business Raih Tim Terbaik dan Dosen Terbaik Ajang X-Culture Internasional

Edu
Seleksi Guru ASN PPPK 2021, Materi dan Latihan Soal di ayogurubelajar.kemdikbud.go.id

Seleksi Guru ASN PPPK 2021, Materi dan Latihan Soal di ayogurubelajar.kemdikbud.go.id

Edu
Unej Beli Dua Alat GeNose untuk Screening Covid-19 di Kampus

Unej Beli Dua Alat GeNose untuk Screening Covid-19 di Kampus

Edukasi
Novel Serangkai, Beri Ruang Untuk Rasa Kehilangan

Novel Serangkai, Beri Ruang Untuk Rasa Kehilangan

Edu
30 PTN Paling Banyak Diincar di SNMPTN 2021, Ada Pilihanmu?

30 PTN Paling Banyak Diincar di SNMPTN 2021, Ada Pilihanmu?

Edu
'Overheard Jakarta', Sekelumit Kisah dari Warga Ibu Kota Jakarta

"Overheard Jakarta", Sekelumit Kisah dari Warga Ibu Kota Jakarta

Edukasi
Panduan Belajar dari Rumah di TVRI SD Kelas 1-6, Kamis 4 Maret 2021

Panduan Belajar dari Rumah di TVRI SD Kelas 1-6, Kamis 4 Maret 2021

Edukasi
Tanpa Tes Tertulis, Universitas Pertamina Buka Seleksi Nilai Rapor

Tanpa Tes Tertulis, Universitas Pertamina Buka Seleksi Nilai Rapor

Edu
Ini Persiapan dan Tahapan Program Guru Belajar dan Berbagi Kemendikbud

Ini Persiapan dan Tahapan Program Guru Belajar dan Berbagi Kemendikbud

Edu
Close Ads X