KILAS

Guru Berprestasi, Guru yang Memerdekakan

Kompas.com - 17/08/2019, 02:54 WIB
Casman, guru honorer asal Jatigede, Sumedang, Jawa Barat yang telah mengajar sejak tahun 1996. Casman mengajar siswa kelas 4 SDN Ciawi, Jumat (3/5/2019) pagi. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.com/AAM AMINULLAHCasman, guru honorer asal Jatigede, Sumedang, Jawa Barat yang telah mengajar sejak tahun 1996. Casman mengajar siswa kelas 4 SDN Ciawi, Jumat (3/5/2019) pagi. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

Sementara itu, ada ratusan ribu guru honorer yang menerima gaji dan tunjangan di bawah upah minimum daerah.

“Kalau tunjangan sertifikasi telat dua hari saja, langsung protes, langsung kirim protes ke menteri. Mestinya Anda bersyukur (menerima tunjangan sertifikasi), sementara ada banyak guru yang belum lulus sertifikasi. Bahkan ada 800.000 guru honorer yang tunjangannya cuma Rp 300.000,” kata dia.

Ia pun menantang para guru yang berada di ruangan itu untuk mau berbagi dan berbela rasa dengan tenaga guru honorer. Dengan langkah itu, para guru honorer bakal terbebas dari kesulitan ekonomi.

“Kalau di sini ada yang sudah dapat sertifikasi ada yang mau berbagi tunjangannya dengan guru yang honorer dan ada buktinya, saya langsung pilih sebagai guru berprestasi. Guru berprestasi itu guru yang mau berbagi,” ujarnya.

Kepedulian dan empati sesama guru, lanjut dia, dapat berdampak besar pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran di lembaga pendidikan.

“Saya tahu, ada satu dua guru yang tidak punya kepedulian. Karena menganggap itu haknya dan tidak mau berbagi,” kata Muhadjir.

Kesejahteraan guru honorer

Muhadjir memang berkomitmen menyejahterakan para guru honorer. Para guru tidak tetap itu memiliki tanggung jawab sama sebagai pendidik yang telah berstatus PNS atau yang telah menerima tunjangan profesi.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy berpidato pada acara penganugerahan Guru Berprestasi dan Berdedikasi di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (16/8/2019) malam.KOMPAS.com/ KURNIASIH BUDI Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy berpidato pada acara penganugerahan Guru Berprestasi dan Berdedikasi di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Jumat (16/8/2019) malam.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan mengusulkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati agar gaji guru honorer dapat dialokasikan dari Dana Alokasi Umum (DAU). Sebagai informasi, alokasi DAU pada tahun anggaran 2019 yakni Rp 154 miliar.

Ia berharap, alokasi anggaran DAU dapat meningkat supaya pembayaran gaji dan tunjangan guru honorer dapat dipenuhi. Besaran gaji dan tunjangan guru honorer, imbuh dia, disesuaikan dengan upah minimum regional (UMR) di setiap daerah.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X