Anak Mata Minus Potensi 3 Kali Lebih Besar Tidak Naik Kelas

Kompas.com - 22/08/2019, 19:56 WIB
Universitas Terbuka dan PT Essilor menggelar bakti sosial Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis yang digelar di UT Convention Center, Tangerang Selatan pada 22 Agustus 2019 dalam rangka Dies Natalis UT ke-35. DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARUniversitas Terbuka dan PT Essilor menggelar bakti sosial Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis yang digelar di UT Convention Center, Tangerang Selatan pada 22 Agustus 2019 dalam rangka Dies Natalis UT ke-35.

KOMPAS.com - Satu dari empat anak saat ini memiliki potensi miop atau mata minus. Ironinya, fakta ini makin memberatkan karena dari anak-anak yang memiliki mata minus itu memiliki potensi 3 kali lebih besar tidak naik kelas jika tidak ditangani dengan baik.

Hal ini mendorong Universitas Terbuka ( UT) bekerja sama dengan PT Essilor menggelar bakti sosial "Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis" yang digelar di UT Convention Center, Tangerang Selatan pada 22 Agustus 2019.

Acara yang merupakan rangkaian Dies Natalis UT ke-35 ini memberikan pemeriksaan dan kacamata secara gratis kepada 500 siswa SD dari 14 sekolah yang berada di wilayah UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Mata dalam proses belajar anak

"Kesadaran masyarakat Indonesia untuk memakai kacamata baru 12 persen jika dibandingkan dengan negara lain yang sudah mencapai angka 80 persen," jelas Riyadi, Sales Manager PT Essilor.

Baca juga: Tiket Konser Dies Natalis UNY Dibayar IPK Ludes dalam Waktu 5 Jam, Didominasi Mahasiwa IPK di Atas 3,25

Riyadi menyampaikan saat ini anak sangat dekat dengan gadget sehingga bila tidak dijaga dan dilindungi anak berpotensi mengalami miop atau mata minus. " Anak yang memiliki minus berpotensi 3 kali lebih besar tidak naik kelas jika tidak ditangani dengan baik," ujarnya.

"Hampir 80 persen informasi diperoleh otak berasal dari indera mata. Terutama sekarang anak dekat dengan gadget dan laptop yang membuat mata cepat tua," jelas Riyadi mengingatkan.

Dalam kerja sama kedua dengan UT ini, pihaknya tidak hanya melakukan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata secara gratis namun juga memberikan edukasi kepada anak, orangtua dan guru bagaimana menjaga kesehatan mata.

"Yang terpenting bagaimana anak-anak dan masyarakat makin sadar pentingnya menjaga kesehatan mata," harapnya.

Hal senada disampaikan Liestyodono Bawono Irianto, Wakil Rektor UT Bidang Pengembangan Kerja Sama. "Mata menjadi hal vital dalam menjalankan proses pembelajaran anak-anak. Jadi kami terdorong bersama mitra kami untuk membantu anak-anak memberikan bantuan kacamata agar mereka dapat belajar dengan baik," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X