Kembangkan Pendidikan Karakter, Sultan HB X Raih Doktor Honoris UNY

Kompas.com - 06/09/2019, 15:47 WIB
Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa bidang Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Budaya kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Dok. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa bidang Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Budaya kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

2 faktor penentu

Sri Sultan pun mengungkapkan, pendidikan karakter terdiri dari pengembangan substansi, proses dan suasana atau lingkungan yang menggugah, mendorong, dan memudahkan orang untuk mengembangkan kebiasaan baik.

Kebiasaan ini tumbuh dan berkembang sesuai kesadaran, keyakinan, kepekaan, dan sikap subyek didik.

“Dengan demikian, pendidikan karakter bersifat inside-out. Artinya, perilaku yang menjadi kebiasaan baik ini terjadi karena dorongan dari dalam, bukan karena paksaan dari luar,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Ada dua faktor yang memengaruhi proses pendidikan karakter, yakni faktor bawaan (nature) dan faktor lingkungan (nurture). Faktor bawaan berada di luar jangkauan masyarakat untuk memengaruhinya.

Gubernur DIY tersebut menambahkan, pendidikan karakter merupakan daya dan upaya untuk memajukan pertumbuhan budi-pekerti (karakter), pikiran (intelektual), dan tubuh subyek didik dalam satu kesatuan utuh untuk memajukan kesempurnaan kehidupan dan penghidupannya selaras dengan dunianya.

3 pusat pendidikan

Seharusnya pendidikan karakter bisa menjadikan seorang anak terbiasa berperilaku baik sehingga dia juga terbiasa dan akan merasa bersalah jika tidak melakukannya.

Dengan begitu, kebiasaan baik yang menjadi insting otomatis membuat seorang anak merasa bersalah bila tidak melakukannya.

Menurut Sri Sultan, ada tiga pusat pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiganya harus saling bersinergi dan seimbang dalam merancang, melaksanakan, dan mengembangkan pendidikan.

Sebab, pendidikan bukan hanya tugas sekolah, melainkan sekolah justru hanya memberi kerangka dan melengkapi pendidikan utama di keluarga.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X