"Bermain Cahaya", Cara Asik Madrasah Ibtidaiyah Balikpapan Belajar IPA

Kompas.com - 04/10/2019, 21:16 WIB
Siswa kelas empat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Balikpapan, Kalimantan Timur terlihat antusias, gembira dan senang belajar IPA di kelas yang diampu oleh guru mereka, Wiwik Kustinaningsih. DOK. TANOTO FOUNDATION/WIWIK KUSTINANINGSIHSiswa kelas empat Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Balikpapan, Kalimantan Timur terlihat antusias, gembira dan senang belajar IPA di kelas yang diampu oleh guru mereka, Wiwik Kustinaningsih.

KOMPAS.com - Pembelajaran mata pelajaran (mapel) IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) identik dengan kesan serius. Seolah belajar kelas IPA, siswa dituntut untuk serius membaca, menghafal atau menghitung rumus.

Namun suasana berbeda justru terjadi saat pembelajaran IPA di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Balikpapan, Kalimantan Timur. Siswa kelas empat MIN ini justru terlihat antusias, gembira dan senang belajar IPA di kelas yang diampu oleh guru mereka, Wiwik Kustinaningsih.

Wiwik tengah mempraktikan konsep pembelajaran "MIKIR" yang ia peroleh melalui pelatihan Tanoto Foundation melalui Program Pintar.

Melalui konsep "MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi) siswa didorong membangun gagasannya sendiri, berpikir kreatif, dan berpikir alternatif untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran.

Dalam pembelajaran berbasis konsep MIKiR ini, siswa difasilitasi melakukan kegiatan atau mengamati saat pembelajaran berlangsung. Inilah yang dilakukan Wiwik saat mengajak siswnya melakukan eksperimen membuat senter dalam salah satu pembahasan mapel IPA.

Orangtua sempat ragu

Praktik ini Wiwik lakukan untuk pembelajaran mapel IPA kelas empat tema dua yakni tema perubahan energi kimia menjadi energi cahaya.

Baca juga: FLS2N 2019: Perkuat Pendidikan Non-Akademik Jadi Bagian Pembelajaran

Belajar tentang perubahan sumber energi menjadi sangat menarik bagi siswa karena bukan hanya teori dan sekadar membaca yang dipelajari, tapi siswa diajak praktik secara langsung membuktikan perubaham energi dari baterai menjadi energi cahaya.

Awalnya orangtua pun sempat ragu apakah anak-anak bisa membuat senter sederhana di kelas. Banyak orangtua justru membawakan senter yang "hampir jadi" dari rumah.

Namun, bukan itu yang diharapkan Wiwik. Wiwik akhirnya mengulang kembali dan mengajak siswanya membuat dan merakit dari awal  senter sederhana sederhana tersebut.

Untuk tahapan, pertama Wiwik mengajak siswa membaca bacaan tentang sumber enegi dan perubahan. Selanjutnya Wiwik membagikan lembar kerja siswa.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X