Kompas.com - 08/10/2019, 19:21 WIB
Muhammad Alvan Al Huda, mahasiswa Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang sukses menjalankan bisnis travel. Dok. Institut Teknologi Sepuluh NopemberMuhammad Alvan Al Huda, mahasiswa Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang sukses menjalankan bisnis travel.

Perintah mereka yang mengarahkan supaya anaknya keluar dari zona nyaman menjadi alasan keistimewaan mereka dibanding orangtua lainnya.

Dalam kuliah pun Alvan tidak mau ketinggalan. Dia selalu menargetkan batas minimum Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang harus dicapainya yaitu 3.0. Hal itu untuk mendapatkan keseimbangan antara bisnis dan akademik.

Sedangkan dalam bisnisnya, dia harus membuat minimal dua konten artikel dan poster promosi dalam satu hari.

“Kalau kata ibu saya, kuncinya adalah keluar dari zona nyaman,” tuturnya.

Alvan yang merupakan anak terakhir dari empat bersaudara ini mengharapkan bisnisnya semakin berkembang dan bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain.  

Dia percaya bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha. Siapa pun yang berusaha akan menuai apa yang ditanamnya.

“Jika kamu kerja sebanyak 10 juta dan hanya dapat 1 juta, maka 9 juta sisanya akan Allah berikan di waktu yang lain. Begitu juga sebaliknya,” pungkas Alvan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X