Peluncuran SDG Academy dan Harapan Menjadi Penghubung Pengetahuan

Kompas.com - 09/10/2019, 14:27 WIB
Peluncuran Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia pada Selasa (8/10/2019) di Jakarta yang dilakukan bersama oleh Kementerian PPN/Bappenas, Tanoto Foundation, dan UNDP. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPeluncuran Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia pada Selasa (8/10/2019) di Jakarta yang dilakukan bersama oleh Kementerian PPN/Bappenas, Tanoto Foundation, dan UNDP.


KOMPAS.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Tanoto Foundation dan Badan Program Pembangunan PBB (United Nations Development Programme/UNDP) secara resmi meluncurkan Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia pada Selasa (8/10/2019) di Jakarta.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, SDG Academy merupakan upaya mengembangkan jejaring kerja terutama SDG Center yang telah berdiri di 11 universitas di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami harap SDG Academy ini akan menjadi semacam SDG knowledge hub untuk mendorong inovasi dalam implementasi SDG maupun percepatan pencapaian target SDG itu sendiri,” ujar Bambang dalam peluncuran SDG Academy di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Ia menambahkan, SDG knowledge hub ini akan menjadi pelengkap SDG financing hub yang sebelumnya sudah digulirkan Bappenas.

Kedua hub itu harus menjadi kekuatan bagi Indonesia di tingkat global, terutama dalam upaya pencapaian SDG. Bahkan dalam lingkup masyarakat internasional, Indonesia sudah dikategorikan sebagai path finder dan role model dalam proses pelaksanaan SDG.

Kolaborasi banyak pihak

Bambang mengungkapkan, di berbagai forum regional dan internasional, Indonesia selalu dijadikan rujukan dan diminta membagi pengalaman dan pengetahuan dalam proses pelaksanaan SDG.

Baca juga: Kesulitan Biaya Kuliah S1? Tanoto Foundation Tawarkan Beasiswa Teladan

“Untuk itu, di dalam negeri kita harus merapatkan barisan dan membangun usaha agar pelaksanaan SDG semakin inklusif dan tetap berpegang pada prinsip ‘no one left behind’,” imbuhnya.

Ia pun mengharapkan melalui pelaksanaan SDG, masa depan Indonesia sebagai negara yang sejahtera, maju, bermartabat, dan aktif dalam kemajuan dan perdamaian dunia akan bisa diraih dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Dalam kesempatan sama, Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Anderson Tanoto menuturkan bahwa SDG sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, termasuk dalam berbagai sektor pembangunan.

Peluncuran SDG Academy ini menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk melaksanakan bermacam jenis program SDG di Indonesia yang diimplementasikan pada tingkat nasional dan daerah.

Terapkan blended learning

SDG Academy ini sebagai sarana yang bisa digunakan untuk membuat semua pihak benar-benar mengerti tentang SDG, termasuk dari sektor publik, swasta, dan lembaga swadaya masyarakat. Lebih dari itu, juga menjadi wadah melakukan studi kasus yang berkaitan dengan SDG,” ucap Anderson.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X