Realisasi Anggaran Kemenristekdikti Lampaui Kemenkeu

Kompas.com - 16/10/2019, 10:14 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir saat memberikan arahan di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAMenristekdikti Mohamad Nasir saat memberikan arahan di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).


KOMPAS.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti) terus melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan, dan anggarannya setiap tahun.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan hingga triwulan ketiga tahun 2019, kementerian yang dipimpinnya telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp 42,671 triliun.

Angka itu merupakan peningkatan dari sebelumnya pada awal tahun ini yang berjumlah Rp 41,264 triliun.

“Awal tahun Januari 2019 anggaran Kemenristekdikti itu Rp 41,264 triliun. Lalu alokasi per 10 Oktober 2019 bertambah menjadi Rp 42,671 triliun,” ujar Nasir saat memberikan arahan di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Posisi ke-5 realisasi anggaran

Adapun realisasi anggarannya mencapai sekitar 65 persen. Angka itu juga merupakan peningkatan dibanding periode yang sama pada tahun lalu, tepatnya hingga Oktober 2018 realisasi anggarannya lebih kurang 62 persen.

Baca juga: Apresiasi Rektor dan Dosen Berdedikasi, Kemenristekdikti Gelar Academic Leader Award 2019

Hasil yang diperoleh itu membuat Kemenristekdikti berada di posisi ketujuh untuk pemeringkatan semua lembaga pemerintahan dalam penggunaan anggaran. Namun, jika khusus untuk kementerian, maka Kemenristekdikti menempati peringkat kelima.

“Ini termasuk lima besar realisasi hanya untuk kementerian yang dapat alokasi anggaran pemerintah,” imbuh Nasir.

Ia memaparkan bahwa posisi lima besar itu diduduki mulai dari peringkat pertama yaitu Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kehutanan, dan Kemenristekdikti.

Melampaui kemenkeu

Anggaran yang diperoleh itu selama ini diuraikan ke sejumlah unit kerja yang ada, misalnya ke berbagai direktorat jenderal, sekretariat jenderal, inspektorat jenderal, perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH), satuan kerja, biro, dan berbagai lembaga pendidikan.

“Yang menarik selama ini dalam sejarah baru kali ini posisinya (Kemenristekdikti) melebihi Kementerian Keuangan,” ucapnya.

Nasir menambahkan, Kemenristekdikti pun saat ini telah menerapkan sistem layanan berbasis daring, dari yang sebelumnya berbasis manual. Hal ini dilakukan seiring dengan perkembangan zaman yang memasuki era digitalisasi.

Layanan itu antara lain dalam bentuk sistem pelayanan satu pintu, moniItoring dan evaluasi, masalah pengurusan jabatan guru besar, bahkan hingga urusan program studi.

“Yang tadinya semua berbasis manual sekarang sudah digital atau online. Sistem online ini gunanya untuk memudahkan pelacakan dan dokumentasi,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X