Kompas.com - 16/10/2019, 12:40 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Jend. (Purn.) Moeldoko menyampaikan Kuliah Umum dalam Anjangsana PMDSU Batch-3 2019 di Jakarta, Selasa (15/10/2019). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARKepala Staf Kepresidenan Jend. (Purn.) Moeldoko menyampaikan Kuliah Umum dalam Anjangsana PMDSU Batch-3 2019 di Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Tercatat hingga 9 September 2019, 547 publikasi telah dihasilkan 211 mahasiswa PMDSU dan 133 promotor.

Adapun dari PMDSU Batch III, publikasi terbanyak sementara diraih oleh Alexader Patera Nugraha (Unair) dengan 22 publikasi. Kemudian disusul oleh Putri Cahaya Situmorang (USU), R. Joko Kuncoro (Unair), dan Suhailah (Unair) masing-masing dengan 5 publikasi.

"Untuk mewujudkan SDM Unggul, Indonesia Maju sebagaimana visi Pemerintah, kita memerlukan inovasi-inovasi pada pendidikan. Salah satunya, yaitu melalui PMDSU. Para mahasiswa PMDSU ini adalah anak-anak bangsa yang bertalenta. Dan kami akan melakukan beragam program terobosan lain untuk mencari talenta-talenta terbaik," pesan Menteri Nasir.

Menteri Nasir mengingatkan para mahasiswa PMDSU agar menjadi insan yang berkarakter dan membekali diri dengan wawasan kebangsaan.

Baginya, lulusan PMDSU bukan sekadar menjadi Doktor biasa, tetapi harus tetap memiliki karakteristik khas Indonesia sehingga mampu melihat potensi berdasarkan keunggulan komparatif bangsa.

Berwawasan kebangsaan

Kemenristekdikti, ke depan juga memiliki beberapa cara lain untuk percepatan pembangunan SDM melalui program Talent Scouting. Upaya ini, lanjut Menteri Nasir, dilakukan agar semakin banyak mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di perguruan tinggi rangking terbaik dunia.

"Target awal kita akan mengirimkan 100 mahasiswa. Saya sudah melakukan kerja sama dengan Chicago University, universitas terbaik ke-9 di dunia. Untuk tahap awal akan kita akan kirimkan dari mahasiswa sains," ujar Menristekdikti kepada Kompas.com usai acara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jokowi: Habibie Ilmuwan yang Meyakini, Tanpa Cinta Kecerdasan Itu Berbahaya

Ia menyampaikan, dalam seleksi Talent Scouting ini pihaknya tidak hanya memilih secara akademis saja namun juga melihat karakter kebangsaan. "Yang akan dikirim IP-nya di atas 3,5-3,6. Tidak hanya itu, karakternya akan kita lihat, wawasan kebangsaan akan kita lihat, karena mereka akan dipanggil kembali pulang untuk mengabdi pada Ibu Pertiwi," tegas Menristekdikti. 

10 karakter pemimpin muda

Selain Menristekdikti, kegiatan Anjangsana PMDSU 2019 juga mengundang Kepala Staf Kepresidenan, Jendral (Purn). Moeldoko sebagai pembicara utama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X