Asah Berpikir Global, Sekolah Highscope Gelar Simulasi Sidang PBB

Kompas.com - 31/10/2019, 15:55 WIB
Acara pembukaan HighScope Model United Nations (HSMUN) 2019 pada Rabu (30/10/2019) di Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAAcara pembukaan HighScope Model United Nations (HSMUN) 2019 pada Rabu (30/10/2019) di Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang.

KOMPAS.com – Sekolah HighScope Indonesia TB Simatupang menyelenggarakan HighScope Model United Nations (HSMUN) 2019 berlangsung pada 30-31 Oktober 2019. Ini merupakan tahun ke-11 sejak digelar pertama kali tahun 2009.

Mengambil tema “Leading the Race to Secure Control and Establish Order”, HSMUN 2019 diikuti 290 siswa dari 30 sekolah di wilayah Jabodetabek. Mereka mengambil simulasi peran sebagai delegasi yang mewakili negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB).

Latar belakang diadakannya acara ini guna melakukan pendekatan pembelajaran yang sebisa mungkin menyerupai kehidupan nyata sehingga kegiatan belajar mengajar harus bisa mengakomodasi nilai-nilai dan kemampuan yang dibutuhkan siswa pada masa mendatang.

HSMUN merupakan simulasi Sidang Umum PBB untuk tingkat SMA yang digelar untuk mengasah keterampilan dan nilai para siswa melalui konteks PBB dan berbagai topik yang dibahas.

Milenial calon pemimpin

Sesuai dengan perkembangan zaman, ada sejumlah keterampilan dibutuhkan dalam mengikuti acara tersebut, yaitu berbicara di depan publik (public speaking), menulis (writing), bernegosiasi (negotiation), melakukan riset/penelitian (research), memecahkan masalah (problem solving), pembangunan kesepahaman (consensus building), serta kompromi dan kerjasa sama (compromise and cooperation).

Baca juga: Cerita Muflih Dwi Fikri, Mahasiswa UNS yang Raih Penghargaan Kompetisi MUN di Paris

Para siswa juga diharapkan mampu mempelajari diplomasi dan memberi solusi terhadap isu-isu internasional yang dibahas dalam perhelatan ini. Sebab, sebagai calon pemimpin masa depan, mereka harus bisa menghadapi berbagai tantangan dan mengambil keputusan.

Dalam pembukaan acara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014-2019 Rudiantara memberi apresiasi kepada para siswa yang mengikuti HSMUN karena merekalah yang akan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia 10 tahun ke depan dan seterusnya.

“Saya mengapresiasi HSMUN, ini betul-betul generasi milenial yang akan mengisi Indonesia 10 tahun lagi, saat kita di puncak demografi. Ekonomi kita akan sebesar ASEAN, saat kita punya 100 juta consuming class di Indonesia, mereka ini yang akan di sana,” ucap Rudiantara kepada Kompas.com seusai acara pembukaan HSMUN 2019, Rabu (30/10/2019) di Jakarta.

Dia mengatakan, selain mengatur wilayah kenegaraan, salah satu tugas PBB yakni menata dunia internet. Penataan itu bisa dilakukan melalui Internet Government Forum (IGF). Itulah yang membuat adanya perbedaan antara yang fisikal dan virtual.

Maka dari itu, para siswa harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang dunia internasional karena secara tidak sadar di dunia virtual kita sekarang sudah menjadi warga negara internasional.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X