#MohtaRefire, Tak Rela Melepas Prof Dr Mohtar Mas’oed Pensiun dari UGM…

Kompas.com - 07/11/2019, 20:50 WIB
Prof Dr Mohtar Masoed pensiun dari UGM. Para koleganya seperti Buya Syafii Maarif, Ichlasul Amal, dan Salim Said tampah hadir di acara pelesapan Mohtar Masoed di Kampus UGM, Kamis (7/11/2019). KOMPAS.COM/ANA SHOFIANA SProf Dr Mohtar Masoed pensiun dari UGM. Para koleganya seperti Buya Syafii Maarif, Ichlasul Amal, dan Salim Said tampah hadir di acara pelesapan Mohtar Masoed di Kampus UGM, Kamis (7/11/2019).

“Bapak bangun jam tiga subuh, buka laptop, baca buku, sampai jam sarapan,” kata Luki.

“Menurut bapak, dia jadi punya waktu untuk berpikir, apa yang sudah dilakukan dan hari ini mau apa,” kata Luki menambahkan.

Bagi Luki, bapaknya adalah inspirasi dan ensiklopedia. Dia menjadi wartawan pun karena ingin mengikuti jejak bapaknya yang selalu jalan-jalan ke luar negeri dan luar kota gratis, bisa bertemu banyak orang, dan menulis.

“Karena saya tidak pintar seperti bapak, tidak mungkin jadi dosen. Pekerjaan yang kerjanya seperti bapak, jalan-jalan dibayari gratis, ya wartawan,” kata Luki.

Semua yang hadir tertawa dan memberi tepuk tangan. Mohtar dan istrinya, Yayuk, ikut tersenyum mendengar guyonan Luki Aulia tersebut.

Luki mengatasnamakan keluarga berharap bapaknya itu bisa menjaga kesehatan meski setelah pensiun tetap sibuk menerima tawaran mengajar.

“Merawat Pertanyaan Pertanyaan”

Pada kesempatan tersebut, sempat diputarkan film singkat mengenai Mohtar Mas’oed. Film tersebut berjudul “Merawat Pertanyaan Pertanyaan” karya sutradara film Yosep Anggi Noen.

Dalam film yang sebagian hitam putih tersebut, menggambarkan sosok Mohtar Mas’oed yang menceritakan tentang awal ketertarikannya pada jurusan hubungan internasioal.

Lahir di daerah terpencil bernama Dampit, Malang, Jawa Timur, Mohtar muda tertarik dengan bahasa Inggris yang biasa didengarnya dari radio Australia. Selain itu, sejumlah pemuda di kampungnya juga suka bepebergian dengan kapal pengangkut kopi menuju Jerman.

Mohtar muda pun tertarik bepergian ke luar negeri, melihat dunia luas. Saat itu, dia berpikir mengenai sekolah yang bisa membuatnya bepergian ke luar negeri. Oleh karenanya dia memilih kuliah di jurusan internasional.

Baca juga: Menurut Guru Besar UGM, Ada Echo Chambering dalam Sinisnya Warganet pada Wiranto

Di dalam film berdurasi singkat tersebut, dia juga menceritakan mengenai pentingnya pendidikan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X