Hari Guru Nasional 2019, Milenial: Jadi Guru Itu Keren!

Kompas.com - 25/11/2019, 07:00 WIB
Sasha, Fasilitator Daerah Program Pintar Tanoto Foundation, Guru SD Negeri 027 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menyanding penggunaan gawai dalam proses pembelajaran inovatif. DOK. TANOTO FOUNDATION/SASHASasha, Fasilitator Daerah Program Pintar Tanoto Foundation, Guru SD Negeri 027 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menyanding penggunaan gawai dalam proses pembelajaran inovatif.

KOMPAS.com - Guru, pahlawan tanda jasa. Istilah tersebut seringkali kita dengar ketika menggambarkan profesi guru.

Saat ini, guru juga masih dipandang sebagai profesi yang terkesan kuno dan kurang menjanjikan terutama dari sisi gaji.

Namun, anak muda pun masih banyak yang memilih menjadi guru. Kompas.com berbincang dengan dua guru muda yaitu Zafira Andini Muzzamil (22) dan M. Fuad Rizqi Ramadhan (23).

Zafira sehari-sehari mengajar di SMA 5 Bogor. Sementara, Fuad mengajar di Semut-Semut The Natural School Depok.

Baca juga: Refleksi Hari Guru: Pengabaian di Ruang-ruang Kelas Kita

Berikut beberapa alasan anak muda yang terjun menjadi guru dirangkum dari wawancara Kompas.com.

1. Guru itu keren

M. Fuad Rizqi Ramadhan (23), guru musik di Semut-Semut The Natural School, Depok, Jawa Barat.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO M. Fuad Rizqi Ramadhan (23), guru musik di Semut-Semut The Natural School, Depok, Jawa Barat.

Bagi Fuad, menjadi guru itu keren. Ia mengatakan guru itu punya andil dalam mendidik dan mempersiapkan anak untuk menghadapi masa depannya.

"Kerennya itu pas murid sudah besar, udah jadi (sukses), itu ada andil kita guru," kata Fuad kepada Kompas.com di Depok, Jawa Barat.

Fuad awalnya tak pernah terpikir untuk menjadi guru. Ia awalnya diajak oleh pendiri Yayasan Semut Beriring untuk melatih tim perkusi sekolahnya pada tahun 2016.

Pada tahun 2018, ia ditawarkan untuk menjadi guru musik di Semut-Semut The Natural School Depok. Fuad merasa cocok menjadi guru lantaran bisa mengajar sesuai dengan improvisasi yang ia ingin lakukan.

"Sekolahnya juga sekolah alam, jadi gak sekaku sekolah-sekolah umum gitu. Terus banyak belajar di luar kelas. Gak terus-terus di dalam kelas," ujar Fuad.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X