KILAS

Jaga Kekayaan Naskah Nusantara, Perpusnas Terbitkan 150 Buku

Kompas.com - 02/12/2019, 15:12 WIB
Penerbitan 150 Buku Hasil Alih Aksara, Alih Bahasa, Saduran, dan Kajian Naskah Nusantara. Dok. Perpusnas RIPenerbitan 150 Buku Hasil Alih Aksara, Alih Bahasa, Saduran, dan Kajian Naskah Nusantara.

Menurut dia, penelitian mereka akan memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan untuk masyarakat secara luas.

Naskah kuno Nusantara menjadi salah satu dari lima sasaran strategis Perpusnas 2015-2019,” ujar Syarif Bando.

Perpusnas pun, kata dia, melakukan langkah pelestarian melalui peningkatan serah simpan karya cetak dan karya rekam menjadi koleksi nasional serta pelestarian naskah kuno melalui berbagai kerja sama.

Baca juga: Ciptakan SDM Berdaya Saing di Era Industri 4.0, Perpusnas Minta Kampus Ubah Silabus

"Tahun ini kami juga telah meluncurkan web Khastara atau singkatan Khasanah Pustaka Nusantara yang berisi naskah-naskah kuno yang sudah didigitalisasi," kata Kepala Perpusnas.

Situs web tersebut menurut di akan lebih memudahkan pemustaka mengakses koleksi pustaka nusantara dalam format digital.

Selain menjaga naskah asli yang kebanyakan sudah rapuh, web itu merupakan jawaban Perpusnas untuk menghadapi era digital dan kemajuan teknologi.

Buka diri kepada masyarakat

Perpusnas pun menurut Syarif Bando juga membuka diri kepada masyarakat yang ingin berkarya mengembangkan bahasa dan kebudayaan Nusantara.

Hal itu dibuktikan dengan tema tahun 2019, yakni Literasi untuk Kesejahteraan sebagai dasar kerja Perpusnas.

“Artinya, perpustakaan adalah ruang terbuka bagi masyarakat, media berbagi pengalaman, dan rumah peradaban yang juga bertanggung jawab sebagai agen kesejahteraan masyarakat," ujar Kepala Perpusnas.

Masyarakat pun bisa memanfaatkan belasan ribu koleksi naskah kuno sebagai sarana pengembangan diri.

Baca juga: Perpusnas: Masyarakat Harus Dapat Kemudahan Mengakses Perpustakaan

“Setidaknya, bisa menjadi landasan untuk menciptakan karya baru. Terlebih, jika bisa meningkatkan harkat martabat bahasa dan budaya daerah masing-masing pada khususnya dan Indonesia sebagai bangsa pada umumnya,” ujar dia.

Selain kegiatan peluncuran buku, ada pula kegiatan diskusi yang menghadirkan pakar dan juri, seperti Guru Besar Bidang Filologi Universitas Indonesia (UI) Titik Pudjiastuti dan Pustakawan tama Perpusnas Titiek Kismiyati.

Ada pula pakar naskah Melayu UI, Dewaki Kramadibrata, dan pakar naskah-naskah Ternate, Priscila Fitriasih Limbong. Hadir pula 10 narasumber perwakilan penulis yang karyanya diluncurkan. (Perpusnas/Mahbub Alfathon)

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X