10 Tanggapan "Mas Menteri" Soal "Rapor Merah" Skor PISA Indonesia

Kompas.com - 07/12/2019, 17:39 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam acara penyerahan hasil PISA 2018 untuk Indonesia telah yang diberikan Yuri Belfali (Head of Early Childhood and Schools OECD) di Gedung Kemendikbud Jakarta, Selasa (3/12/2019). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam acara penyerahan hasil PISA 2018 untuk Indonesia telah yang diberikan Yuri Belfali (Head of Early Childhood and Schools OECD) di Gedung Kemendikbud Jakarta, Selasa (3/12/2019).

3. Capaian pemerataan akses belajar

Dalam kesempatan tersebut Mendikbud Nadiem juga mengapresiasi kemajuan pendidikan Indonesia dalam memperluas akses pendidikan.

"Beberapa hal cukup menarik dari hasil rapat ini yang saya tangkap. Yang pertama dari sisi akses di mana Indonesia telah secara serempak memasukan anak yang tadinya di luar sekolah ke dalam sekolah. Itu luar biasa achiement kita," ujar Nadiem.

Ia menambahkan, "Memang masih banyak anak-anak yang tidak sekolah atau putus Sekolah tapi sebagai negara besar kita, itu saya rsa luar biasa ya, ini bukan kata saya ya. Ini kata EODC. Ini patut kita banggai."

4. Sadari ketimpangan kualitas

"Kalau untuk yang bagus-bagus kayaknya penting untuk kita lihat, tapi mari kita menyimak yang nggak bagus karena dari situlah kita (harus) belajar lebih banyak," ujar Nadiem lebih lanjut.

"Mas Menteri" menilai, "Yang pertama yang saya lihat adalah dari sisi sumber daya, dari sisi resource. Baik jumlah guru maupun materi yang kita berikan kepada sekolah-sekolah di mana ada murid-murid yang sosial ekonominya masih rendah, itu sangat timpang."

Mendikbud mengakui hasil PISA yang menyebut sebaran guru dan resource berkualitas masih terkumpul di sekolah-sekolah dengan status ekonominya memadai. 

5. Bukan hanya sebaran murid, sebaran guru penting

"Pemerataan yang dimaksudkan bukan hanya murid di masukan sekolah mana. Pemerataan yang utama adalah pemerataan jumlah guru, pemerataan kualitas guru dan pemerataan sumberdaya yaitu resource. Itu jadi PR penting kita," tegas Nadiem.

6. Soal bullying dan pendidikan karakter

Mendikbud Nadiem mengaku cukup kaget soal bullying yang menurut catatan PISA masih cukup besar terjadi di sekolah.

"Ini bukan isu yang kecil. Ini isu yang harus kita tangani. Karena mau sampai kapan anak-anak kita dengan ketabahan natural mereka bisa menghindari trauma? Tolong ini jangan disepelekan isu ini. Di situlah pendidikan karakter menjadi kunci dari keberhasilan (pendidikan) kita," ujar Nadiem.

7. Menumbuhkan rasa percaya diri siswa

"Satu lagi dari sisi growth mindset. Kuncinya adalah kemampuan optimis terhadap masa depan atau optimis terhadap diri sendiri itu. Itu tidak tinggi (pada siswa kita)," ujar Nadiem.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X