Kompas.com - 10/12/2019, 14:21 WIB

Tahun ini, acara tersebut dihadiri seluruh negara di Asia Tenggara dan beberapa negara lainnya, termasuk diantaranya yaitu Australia, Taiwan, Bangladesh, India, Inggris, Italia, Spanyol, dan Brasil.

“Kami meneliti keberlangsungan energi migas, serta pengkajian reservoar migas untuk menentukan cadangan hidrokarbon ke depannya” ujar Luthfi mewakili tim.

Prof. Ichsan Setya Putra selaku Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina turut berbangga atas prestasi internasional tim mahasiswa Universitas Pertamina tersebut.

“Pada kompetisi internasional, mahasiswa Universitas Pertamina dengan peserta dari luar negeri sehingga terjadi interaksi budaya yang dapat menjadi bekal saat bekerja dalam lingkungan korporasi multinasional. Kesempatan ini tentu dapat terjadi dengan dukungan dari kita semua. Semoga ke depannya mahasiswa Univeristas Pertamina mengukir prestasi internasional lainnya," ujar Prof. Ichsan.

Juara pertama paper competition GTA 2019

Lagi, tim mahasiswa Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina Angkatan Tahun 2017 juga berhasil meraih juara pertama kategori paper competition dalam kompetesi Geology Total Action (GTA) 2019 yang berlangsung 21-23 November 2019 di Yogyakarta.

Geology Total Action (GTA) merupakan ajang kompetisi tahunan dari UPN "Veteran" Yogyakarta. Tema yang diusung pada tahun 2019 yaitu "Effective Management for Geological Disasters". 

Tim dari Universitas Pertamina beranggotakan Tunggul Mirza Pratama, Saviska, dan Yan Satriyo mengikuti ajang lomba paper competition dengan judul penelitian "Pemetaan Risiko Likuifaksi dengan Metode Analytical Hierarchy Process di Padang, Sumatera Barat dan sekitarnya ".

Penelitian tersebut dapat digunakan untuk menentukan daerah risiko likuifaksi sehingga dapat menjadi dasar pengukuran daerah mana yang baik untuk dibangun sarana yang akan digunakan pada jangka panjang.

Wahyuningrum Angesti Lestari, M.Sc , Ketua Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina, menyambut baik prestasi yang berhasil diperoleh mahasiswanya.

“Penelitian ini merupakan salah satu komitmen program studi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat Universitas Pertamina. Diharapkan hasil penelitian mahasiswa yang juga dibimbing oleh dosen ini dapat menjadi salah satu masukan dalam penentuan daerah resiko bencana likuifaksi serta langkah efektif mitigasinya pada daerah yang rawan terdampak bencana tersebut” ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.