Dukung "Merdeka Belajar", Sekolah di Bali Ini Siap Berbagi Praktik Baik Pendidikan

Kompas.com - 18/12/2019, 18:07 WIB
Wujud dukungan terhadap program Merdeka Belajar dilakukan Sekolah Cendikia Harapan di Badung, Bali, dengan menggelar penandatanganan deklarasi dan juga Pawai Siap Merdeka Belajar yang melibatkan tidak hanya siswa dan guru namun juga masyarakat sekitar (16/12/2019) DOK. SCH BALIWujud dukungan terhadap program Merdeka Belajar dilakukan Sekolah Cendikia Harapan di Badung, Bali, dengan menggelar penandatanganan deklarasi dan juga Pawai Siap Merdeka Belajar yang melibatkan tidak hanya siswa dan guru namun juga masyarakat sekitar (16/12/2019)

KOMPAS.com - Empat arah kebijakan pendidikan nasional " Merdeka Belajar" yang diinisiasi Mendikbud Nadiem Makarim (11/12/2019) mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Dukungan kali ini datang dari sekolah dan masyarakat di Badung, Bali.

"Kita sudah seharusnya memberikan apresiasi pada gebrakan Merdeka Belajar Mas Menteri, karena berkat gebrakan beliaulah, dapat tercetus 4 Pokok Kebijakan Pendidikan yang memberikan atmosfer positif bagi pendidikan di Nusantara," ujar Sabar Aritonang, Ketua Yayasan Griya Anak, (16/12/2019) di Sekolah Cendekia Harapan (CH), di Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Wujud dukungan terhadap program "Merdeka Belajar" dilakukan Sekolah CH Badung Bali dengan menggelar penandatanganan deklarasi dan juga "Pawai Siap Merdeka Belajar" yang melibatkan tidak hanya siswa dan guru namun juga masyarakat sekitar (16/12/2019).

Filosofi pendidikan Ki Hadjar

Lebih jauh Sabar menyampaikan sekolah yang dipimpinnya telah menerapkan Merdeka belajar lewat filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

Baca juga: Program Merdeka Belajar, Kepala Sekolah Perlu Miliki Perspektif Baru

“Sekolah kami telah menerapkan cara berpikir dan alur belajar sesuai dengan konsep Merdeka Belajar sejak 2017 atas dasar pemikiran Ki Hajar Dewantara dan melihat kebutuhan masa depan peserta didik,” jelas Sabar.

Metode belajar CH yang telah dijalankan sejak 2017 ini memberikan kebebasan siswa memilih produk akhir atau portfolio yang akan dihasilkan, dan sesuai cara belajar yang dipilih siswa.

Tiap siswa dipandang unik dan memiliki minat bakat masing-masing sehingga setiap siswa mendapatkan assesmen yang berbeda satu dengan lain.

Sabar, penggagas metode CH ini, mengakui meski metode ini memberikan ruang lebih luas bagi anak untuk berkreasi, berinovasi dan kreatif, tetapi belum semua orangtua, siswa, juga masyarakat dan dinas pendidikan bisa menerima sebelumnya.

"Dengan adanya Gerakan Merdeka Belajar ini, secara resmi menjadi arah kebijakan pendidikan nasional, memberikan kami ruang untuk melanjutkan perjuangan kami menyempurnakan pelaksanaan teknis metode CH yang sangat sesuai dengan Merdeka Belajar," tambah Juwaria Muqtadir Ketua Pusat Asesmen CH.

Menerapkan ujian berbasis asesmen

Wujud dukungan terhadap program Merdeka Belajar dilakukan Sekolah Cendikia Harapan di Badung, Bali, dengan menggelar penandatanganan deklarasi dan juga Pawai Siap Merdeka Belajar yang melibatkan tidak hanya siswa dan guru namun juga masyarakat sekitar (16/12/2019).DOK. SCH BALI Wujud dukungan terhadap program Merdeka Belajar dilakukan Sekolah Cendikia Harapan di Badung, Bali, dengan menggelar penandatanganan deklarasi dan juga Pawai Siap Merdeka Belajar yang melibatkan tidak hanya siswa dan guru namun juga masyarakat sekitar (16/12/2019).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X