Ketika Siswa SDN Wonogiri Belajar jadi Youtuber di "TV Pemberani"

Kompas.com - 04/01/2020, 14:33 WIB
Dengan replika TV yang diberi nama TV Pemberani, siswa SDN 2 Pokoh Kidul Wonogiri menjadi lebih berani dan kreatif dalam berkomunikasi di depan kelas. DOK. TANOTO FOUNDATIONDengan replika TV yang diberi nama TV Pemberani, siswa SDN 2 Pokoh Kidul Wonogiri menjadi lebih berani dan kreatif dalam berkomunikasi di depan kelas.

KOMPAS.com - Menghadapi era digital di abad 21 ini, selain kemampuan berkolaborasi, berplkir krititis dan kreatif, sekolah diharapkan mampu melahirkan lulusan dengan kemampuan komunikasi mumpuni.

Banyak profi yang dulu ada, kini mulai terhapus digantikan oleh mesin dan teknologi.

Namun di sisi lain, peluang pekerjaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan mulai bermunculan; youtuber, blogger, data analyst, food traveler dan masih banyak lagi.

Suasana pembelajaran yang mendorong siswa mengasah kemampuan berkomunikasi inilah yang coba dibangun di SDN 2 Pokoh Kidul, Wonogiri Jawa Tengah.

Ada suasana riuh rendah dan gelak tawa terdengar di dalam kelas V SDN 2 Pokoh Kidul, Wonogiri, Jawa Tengah. Tampak siswa berkerumun dan sesekali bertepuk tangan. Mereka saling berebut untuk memberikan tanggapan.

Baca juga: Ini 3 Resep Sinergi Orangtua dan Sekolah agar Pendidikan Siswa Sukses

Ada sesuatu unik membuat suasana pembelajaran menjadi hidup. Para siswa terlihat sedang melakukan satu “show” kecil di TV dipandu presenter cilik mewawancarai narasumber.

Ini bukan TV sesungguhnya. TV ini merupakan replika yang digunakan guru untuk menumbuhkan keberanian siswa mengungkapkan gagasan, hasil diskusi, atau laporan pengamatan yang sudah dilakukan.

Membuat siswa nyaman

“Selama ini siswa selalu saling tunjuk temannya kalau diminta presentasi. Apalagi jika diminta menceritakan kembali isi buku yang sudah di baca, mereka sering menghindar untuk tampil. Saat tampil di depan pun sering tertunduk menatap lantai,” kata Anys Susilo Nugroho, guru kelas V SDN 2 Pokoh Kidul menceritakan kondisi awal siswanya.

Dengan replika TV yang dia beri nama TV Pemberani, Anys berhasil memancing keberanian siswa dalam berkomunikasi di depan kelas.

Anys menjelaskan bahwa TV Pemberani ini merupakan media pembelajaran yang dia buat menyerupai televisi. Melalui media TV Pemberani ini dia melatih siswa untuk terbiasa berpresentasi, menceritakan isi buku yang dibaca, sampai bermain peran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X