Kompas.com - 25/01/2020, 16:05 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Dok. Jilan Rifai/Biro KSHM KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

KOMPAs.com - Selama ini mahasiswa kuliah hanya terpaku pada jurusannya masing-masing. Meski materi kuliah yang dipelajari cukup banyak, namun belum menyentuh aspek kualitas.

Untuk itulah melalui konsep Kampus Merdeka yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, pola belajar mahasiswa di kampus bakal diubah.

Hal ini tertuang dalam Kebijakan Kampus Merdeka yang baru saja diluncurkan oleh Mendikbud dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi (PT) di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Baca juga: Kampus Merdeka, 8 Kegiatan Mahasiswa Luar Kampus yang Bisa Jadi SKS

Pada acara itu, Nadiem Makarim menyampaikan empat kebijakan Kampus Merdeka. Untuk kebijakan keempat ialah memberikan hak kepada mahasiswa mengambil mata kuliah di luar prodi.

Nadiem juga melakukan perubahan definisi Satuan Kredit Semester (SKS). Jika ingin tahu apa alasan di kebijakan keempat tersebut, ini penjelasannya.

1. Fleksibilitas mahasiswa terbatas

Saat ini mahasiswa tidak memiliki banyak fleksibilitas untuk mengambil kelas di luar prodi dan kampusnya sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, arahan kebijakan baru ini perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela (dapat diambil atau tidak), yaitu:

Dapat mengambil sks di luar perguruan tinggi sebanyak 2 semester (setara dengan 40 sks).

Ditambah lagi, dapat mengambil sks di prodi yang berbeda di PT yang sama sebanyak 1 semester (setara dengan 20 sks).

Jadi kalau di total mahasiswa punya hak untuk mengambil mata kuliah di luar prodi sebanyak tiga semester.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X