Pilih PTN, PTS atau Kedinasan? Berikut 3 Cara Memilih Perguruan Tinggi

Kompas.com - 05/02/2020, 19:14 WIB
Ilustrasi kuliah di luar negeri. ShutterstockIlustrasi kuliah di luar negeri.

KOMPAS.com - Saat memilih perguruan tinggi, banyak siswa maupun orangtua yang hanya mempertimbangkan pilihan Perguruan Tinggi Negeri ( PTN), Perguruan Tinggi Swasta ( PTS), atau Sekolah Kedinasan.

Padahal, ada sejumlah pertimbangan yang juga perlu dilakukan agar kamu bisa menikmati pendidikan yang dijalankan. Dengan begitu, maka kamu akan lebih mudah memahami pelajaran dan akhirnya mampu mengukir prestasi.

Selain itu, pertimbangan juga perlu dilakukan karena pilihan perguruan tinggi akan menentukan ke mana arah karier kamu di masa depan.

Untuk Sekolah Kedinasan misalnya, saat lulus nanti kemungkinan besar kamu akan terikat dinas dan menjadi PNS dengan lokasi kerja yang sudah ditentukan. Bisa jadi, lokasi kerja berada di luar kota atau luar pulau.

Baca juga: 7 Sekolah Kedinasan Ini Tidak Kalah Populer dari PTN

Berikut sejumlah pertimbangan yang perlu dilakukan saat memilih perguruan tinggi, merangkum dari Rencanamu.id.

1. Pertimbangan program studi

Bila kamu mengambil program S1 maka kamu akan menghabiskan waktu selama 4 tahun berkuliah. Itu sebabnya, program studi (prodi) atau jurusan yang kamu pilih akan menentukan "nasib" kamu selama bertahun-tahun ke depan. Selain itu, setiap prodi juga memilih jenjang karier yang juga berbeda.

Itu sebabnya, saat memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, maka jadikan prodi atau jurusan sebagai fokus utama, caranya:

  • Pilihlah jurusan yang sesuai dengan kemampuan akademis, misalnya kamu adalah anak IPA maka pilihlah prodi dengan jurusan Saintek. Harapannya, mata kuliah yang didapat sesuai dengan kemampuan akademis sehingga kamu dapat lebih mudah menjalani.
  • Jurusan yang sesuai dengan kemampuan akademis juga akan membuat kamu siap menghadapi sejumlah tes masuk perguruan tinggi seperti UTBK SBMPTN. Dengan begitu kesempatan masuk jurusan di PTN favorit lebih terbuka lebar.
  • Selain kemampuan akademis, pertimbangkan pula minat dan bakat. Minat dan bakat inilah yang akan membuat kamu "bertahan" di tengah sulitnya pelajaran hingga tantangan akademis. Potensi merasa salah jurusan mungkin tak akan pernah terjadi.
  • Ketahui informasi lengkap mengenai prodi. Apa yang dipelajari, mata kuliah, kompetensi lulusan prodi tersebut. Jangan sampai, niat ingin masuk prodi Informatika, tapi malah masuk prodi Teknologi Informasi.
  • Cari kampus mana saja yang memiliki prodi yang kamu tuju. Lakukan riset tentang prodi di sejumlah kampus karena bisa saja ada perbedaan antara prodi yang sama di kampus X dan kampus Y.
  • Tak kalah penting, pertimbangkan pula prospek kariernya. Sekolah Kedinasan misalnya, saat lulus nanti kemungkinan besar kamu akan terikat dinas dan menjadi PNS dengan lokasi kerja yang sudah ditentukan. Pikirkan apakah karier tersebut yang akan kamu jalani di masa depan?

2. Lokasi kampus

Sejumlah PTN maupun Sekolah Kedinasan bisa terletak di luar kota atau luar pulau dari tempat tinggal kamu sekarang.

Dengan begitu, kamu juga perlu mempertimbangkan sejumlah hal terkait lokasi perguruan tinggi sebab akan memengaruhi mental, biaya, tempat tinggal, dan izin dari orangtua.

Baca juga: PTN Paling Sulit Ditembus di SBMPTN, Intip Skor UTBK dan Keketatannya

Sekolah di lokasi yang jauh dari rumah sangat mungkin membuat kamu mengalami tekanan mental akibat gagap budaya hingga rindu rumah (home sick). Walau situasi ini akan membaik seiring berjalannya waktu, namun bila tak dipikirkan dengan matang bisa mengganggu perkuliahan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X