Kompas.com - 10/02/2020, 14:19 WIB
Ilustrasi wawancara kerja fizkesIlustrasi wawancara kerja

KOMPAS.com - Salah satu tahapan yang akan kamu lalui saat melamar kerja nanti adalah offering atau proses penawaran gaji. Walau sejumlah perusahaan telah memiliki standar gaji untuk lulusan baru, tetapi ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan agar tawaran gaji yang diberikan bisa di atas rata-rata.

Merangkum dari Rencanamu.id, bukan hal yang mustahil bagi seorang fresh graduate untuk mendapatkan gaji awal yang lebih tinggi dari standar yang ditetapkan, selama memenuhi sejumlah kriteria yang menjadi nilai lebih.

Melalui survei kecil yang dilakukan pada staf HRD, pimpinan perusahaan, dan pengusaha startup, berikut sejumlah hal yang bisa membuat lulusan baru memiliki tawaran gaji lebih besar dari kandidat di level yang sama.

1. Pengalaman magang

Jangan pesimistis dulu saat pengalaman kerja menjadi salah satu hal yang membuat gaji para lulusan baru menjadi lebih tinggi dari standar.

Baca juga: 7 Skill Ini Perlu Dimiliki Mahasiswa agar Mudah Dapat Kerja

Pengalaman kerja yang dimaksud tidak mesti pengalaman sebagai pegawai tetap, pegawai magang pun akan dihitung sebagai pengalaman kerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengalaman magang akan sangat diperhitungkan bila dilakukan dalam durasi setidaknya 6 bulan. Selama 6 bulan, kamu dianggap telah mengerti tugas-tugas di dunia kerja.

Apalagi bila pengalaman magang dilakukan di sejumlah perusahaan dengan total durasi 1 tahun, maka kamu bisa dianggap memiliki pengalaman kerja selama 1 tahun.

Dengan catatan, pengalaman kerja magang yang kamu jalani bersinergi dengan bidang kerja yang akan kamu lamar.

2. Gelar

Melanjutkan kuliah ke jenjang S2 bisa menjadi cara untuk mendapatkan pekerjaan di posisi lebih tinggi dengan kisaran gaji lebih tinggi pula. Terlebih lagi, bila kamu melanjutkan studi di universitas ternama atau universitas luar negeri.

Walau saat melamar nanti kamu masih melanjutkan studi S2 sembari bekerja, ada kemungkinan gaji kamu juga bisa lebih tinggi karena pengetahuan dan skill yang kamu miliki tentu lebih tinggi ketimbang lulusan S1 yang juga baru melamar kerja.

3. Skill dapat dibuktikan

Sejumlah perusahaan menuntut karyawan untuk memiliki skill di bidang tertentu, seperti bahasa, teknologi, atau skill yang dapat dipelajari dan mendapatkan sertifikat.

Saat kamu membekali diri dengan sejumlah skill yang didapatkan melalui kursus tambahan di luar kampus dan bersertifikat, sangat besar kemungkinan gaji yang akan kamu terima di atas standar.

Terlebih lagi, bila skill tersebut dipadukan dengan pengalaman magang di bidang yang sama, maka penawaran gaji kamu bisa setara dengan karyawan yang telah memiliki pengalaman kerja.

4. Kinerja memuaskan

Sejumlah perusahaan menetapkan masa percobaan atau probation selama 1 bulan, 3 bulan, bahkan 12 bulan. Biasanya, saat lolos percobaan dan diangkat sebagai karyawan tetap, maka standar gaji juga mengalami kenaikan sesuai dengan pencapaian.

Baca juga: 10 Kesalahan yang Membuat Lulusan Sarjana Sulit Dapat Kerja

Jadi, bekerjalah dengan giat dan sepenuh hati. Intinya, perusahaan memang membutuhkan “bukti” sebelum memutuskan untuk menaikkan gaji.

5. Portofolio

Sejumlah bidang pekerjaan bisa memutuskan standar gaji sesuai dengan portofolio atau karya yang dimiliki pelamar. Umumnya bidang yang berhubungan dengan desain, seni, fotografi, arsitektur, dan lainnya.

Bila hasil tes kerja dan portofolio sesuai dengan yang diharapkan perusahaan, perusahaan akan semakin tertarik untuk mempekerjakan kamu sehingga peluang untuk mendapatkan gaji yang cukup besar di awal juga semakin tinggi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X