Setelah Sri Mulyani, Erick Thohir Dukung Kebijakan Merdeka Belajar Nadiem Makarim

Kompas.com - 14/02/2020, 17:34 WIB
Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) 2020 diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir dan didampingi Kemendikbud Nadiem Makarim serta dihadiri direksi dari 143 BUMN dan mahasiswa serta rektor dari 300 PTN/PTS dari seluruh Indonesia (12/2/2020). DOK. KEMENDIKBUDProgram Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) 2020 diluncurkan Menteri BUMN Erick Thohir dan didampingi Kemendikbud Nadiem Makarim serta dihadiri direksi dari 143 BUMN dan mahasiswa serta rektor dari 300 PTN/PTS dari seluruh Indonesia (12/2/2020).

KOMPAS.com- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan dukungannya kepada kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang digadang-gadang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk rencana alokasi 30 persen CSR BUMN untuk pendidikan dan juga kerja sama program magang mahasiswa bersertifikat di BUMN.

Eric Tohir mengatakan ke depan sebanyak 30 persen dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) perusahaan pelat merah akan dialokasikan ke bidang pendidikan.

“Dana CSR akan dimaksimalkan 30 persen untuk pendidikan. Karena memang salah satu kekurangan bangsa kita, suka tak suka bagaimana pendidikan di generasi mendatang,” ujarnya.

Baca juga: Dukung Merdeka Belajar Mas Nadiem, Sri Mulyani Naikkan Dana BOS

Program Magang Mahasiswa Bersertifikat

Selain dalam bentuk CSR, Kementerian BUMN dan Kemendikbud juga menjalin kerja sama Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) 2020 yang peluncurannya dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir dan didampingi Mendikbud Nadiem Makarim di Jakarta (12/2/2020).

Acara dihadiri direksi dari 143 BUMN dan mahasiswa serta rektor dari 300 PTN/PTS dari seluruh Indonesia.

Mendikbud mendorong BUMN dan perusahaan untuk bersinergi dengan Kebijakan Kampus Merdeka.

“Saya mengimbau kepada Direktur Utama (Dirut) BUMN untuk melihat program ini sebagai bentuk investasi utama dalam bisnis anda. Buatlah program kelas dunia, mohon cari partner-partner knowledge expert dari dalam dan luar negeri termasuk dari perusahaan internasional," ujar Mendikbud Nadiem dikutip dari rilis resmi Kemendikbud.

Nadiem melanjutkan, "Jika punya mitra mancanegara kelas dunia, ajak ke Indonesia untuk membuat program karena permutasi (dari Kebijakan Kampus Merdeka) tidak terbatas."

Mendikbud mengatakan, BUMN dan perusahaan dapat terlibat dalam kemitraan dalam berbagai bentuk mulai dari penyusunan kurikulum, praktik kerja, hingga penyerapan lapangan kerja.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X