3 Dongeng Legenda Populer di Indonesia tentang Asal-usul Suatu Tempat, Apa Saja Itu?

Kompas.com - 16/02/2020, 06:57 WIB
Debu vulkanik setebal kurang lebih 5 sentimeter menyelimuti Kawah Ratu, pusat wisata Gunung Tangkuban Parahu, pasca erupsi Jumat (26/7/2019) kemarin. PUTRA PRIMA PERDANADebu vulkanik setebal kurang lebih 5 sentimeter menyelimuti Kawah Ratu, pusat wisata Gunung Tangkuban Parahu, pasca erupsi Jumat (26/7/2019) kemarin.
|

Ia justru memakannya dan tertidur di rumahnya. Ayahnya yang sudah lama menunggu akhirnya pulang ke rumah karena lapar.

Saat melihat anaknya yang tertidur, marahlah si petani itu dan mengatakan bahwa anak itu adalah anak ikan.

Petani itu menyadari kesalahannya, tapi sudah terlambat. Tiba-tiba saja, anak dan istrinya hilang. Di tempat ia berdiri, keluarlah air yang sangat deras.

Air itu meluap hingga membentuk sebuah danau yang sekarang ini dikenal dengan nama Danau Toba.

3. Legenda Candi Prambanan

Untuk legenda yang satu ini juga sangat populer. Legenda Candi Prambanan di Yogyakarta berkisah tentang Roro Jonggrang yang tidak ingin dinikahi oleh Bandung Bondowoso.

Roro Jonggrang kemudian bersedia menikah dengan syarat Bandung Bondowoso harus membuat seribu candi sebelum Matahari terbit.

Awalnya, Bandung Bondowoso bingung. Namun, ia tidak kehabisan akal. Bandung Bondowoso dibantu kekuatan ajaib untuk membuat seribu candi.

Roro Jonggrang yang mengetahui hal itu segera meminta tolong warga kerajaan, karena dia tidak mau menikah dengan Bandung Bondowoso.

Ia juga punya akal dengan meminta para dayang membakar banyak jerami dan menumbuk lesung supaya seolah-olah Matahari sudah terbit dan keramaian sudah terjadi.

Karena sudah pagi, kekuatan ajaib yakni bantuan dari luar itu menghilang. Setelah itu, Bandung Bondowoso menghitung dan ternyata candinya hanya ada 999 buah. Artinya Bandung Bondowoso tidak bisa menikahi Roro Jonggrang.

Betapa marahnya Bandung Bondowoso mengetahui hal itu. Ia lalu mengubah Roro Jonggrang menjadi batu untuk melengkapi candinya yang kurang sebuah dengan kekuatannya sendiri.

Nah, itulah 3 dongeng legenda yang paling populer di Indonesia. Bagi orangtua khususnya yang memiliki anak balita (di bawah lima tahun), harus coba membacakan atau menceritakan dogeng legenda dari Indonesia ini.

Artikel ini sekaligus menjadi kampanye kolaborasi bersama #MendongenguntukCerdas antara Bobo dan Kompas.com untuk penguatan literasi anak/ siswa Indonesia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X