FSB 2020: Merangkai "Puzzle" SDM Unggul lewat Manajemen Talenta Siswa

Kompas.com - 17/02/2020, 13:30 WIB
Konferensi pers Festival Sains dan Budaya 2020: Bangun Generasi Gemilang yang digelar pada 15 Februari 2020 di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan. Festival Sains dan Budaya (FSB) 2020 merupakan penggabungan antara kompetisi ISPO (Indonesian Science Project Olimpad) dan OSEBI (Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia) yang akan berlangsung 21-23 Februari 2020 di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan. DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARKonferensi pers Festival Sains dan Budaya 2020: Bangun Generasi Gemilang yang digelar pada 15 Februari 2020 di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan. Festival Sains dan Budaya (FSB) 2020 merupakan penggabungan antara kompetisi ISPO (Indonesian Science Project Olimpad) dan OSEBI (Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia) yang akan berlangsung 21-23 Februari 2020 di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan.

KOMPAS.com - Indonesia digadang-gadang tahun 2045, tepat pada perayaan "Indonesia Emas", akan menjadi salah satu dari 5 negara terkuat dunia bidang ekonomi. Untuk itu, Presiden Jokowi mencanangkan prioritas pembangunan SDM unggul pada periode kedua pemerintahnya.

Namun, tantangan besar menanti: hasil tes asesmen siswa internasional (PISA) 2018, masih menunjukan siswa Indonesia berada di kelompok bawah untuk kompetensi literasi, matematika dan sains.

Tentunya dibutuhkan strategi khusus, di antaranya dengan melakukan manajemen talenta atau menggali potensi siswa-siswa Indonesia sejak dini agar lebih siap bersaing secara global dengan bonus demografi yang dimiliki.

Pembahasan soal penggalian potensi dan manajemen talenta berkarakter Indonesia ini mengemuka dalam jumpa pers "Festival Sains dan Budaya 2020: Bangun Generasi Gemilang" yang digelar pada 20 Februari 2020 di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan.

Baca juga: SDM Unggul Jadi Catatan Penting Kerja Sama Indonesia-Jepang 2045

Festival Sains dan Budaya (FSB) 2020 merupakan penggabungan antara kompetisi ISPO (Indonesian Science Project Olimpad) dan OSEBI (Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia) yang akan berlangsung 21-23 Februari 2020 di Sekolah Kharisma Bangsa, Tangerang Selatan.

Kearifan lokal bersaing di kancah global

Dalam kesempatan tersebut, Presiden ISPO Prof. Riri Fitri Sari menyampaikan Indonesia memiliki SDM unggul yang tidak kalah bersaing dengan siswa dari negara lain.

"Pengalaman saya mendampingi siswa Indonesia yang bersaing di tingkat internasional, mereka mampu menunjukan kualitasnya dan menguasai seluruh panggung. Tidak jarang audiens terpukau dengan penampilan dan prestasi siswa kita," ujar Prof. Riri.

Prof. Riri juga menyampaikan, pihaknya juga selalu mendorong dan menginspirasi siswa untuk berani menekuni penelitian berbasis kearifan lokal untuk diangkat ke kancah internasional.

"Ada banyak kearifan lokal di setiap daerah Indonesia baik bidang biologi, fisika, kimia atau lingkungan yang diangkat siswa. Kekayaan inilah yang beribu-ribu tahun sudah ada di Nudantara dan dapat menjadi kekuatan kita untuk mampu bersaing secara global," tegasnya.

Untuk tahun ini, dalam gelaran ISPO terdapat 134 projek sains yang lolos ke babak final menyisihkan 383 projek sains dari 741 siswa SMP-SMA/SMK dari 154 sekolah di 20 provinsi. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X