Kompas.com - 21/02/2020, 15:56 WIB
Ilustrasi mahasiswa yang sedang belajar. ShutterstockIlustrasi mahasiswa yang sedang belajar.
|


KOMPAS.com - Saat masih duduk di kelas XII SMA, pasti siswa yang ingin melanjutkan studi ke pendidikan tinggi merasa bingung mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa.

Belum lagi nanti harus memikirkan prospek karier apa jika lulus dari jurusan yang telah dipilih. Namun jika kamu punya pandangan tersendiri, saat akan memilih jurusan atau program studi (prodi) di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggu Negeri ( SNMPTN) 2020, coba kamu pilih prodi yang sepi peminatnya.

Kenapa harus memilih prodi sepi peminat? Ini 6 keuntungan jika kamu pilih prodi sepi peminat yang dirangkum dari Rencanamu.id.

Baca juga: Perbedaan Prodi Ilmu Komputer dan Teknik Komputer Berikut Prospek Karier

1. Persaingan masuk tidak ketat

Biasanya, prodi sepi peminat pasti saingannya tidak banyak atau tingkat keketatannya rendah. Tetapi kamu tetap harus berusaha agar bisa masuk ke jurusan itu.

Intinya, kamu tetap harus berusaha dan tidak menyepelekan karena persaingan tidak banyak. Belajar tetap harus dilakukan, karena jika tidak lolos SNMPTN 2020, kamu masih bisa mencoba di jalur SBMPTN 2020 atau yang terakhir di jalur mandiri.

2. Hubungan teman sejurusan makin solid

Umumnya, prodi sepi peminat maka jumlah teman seangkatan juga sedikit. Bisa satu atau dua kelas saja. Tapi ini justru ada keuntungannya, yakni hubungan teman sejurusan makin solid.

Ini bisa dilihat ketika ada event kamu dan teman-teman seangkatan bisa mengerjakan secara bersama-sama. Bahkan ada satu orang bisa memegang dua pekerjaan sekaligus.

Dengan begitu, kamu dan teman-teman seangkatan rasa solidaritasnya makin tumbuh dan solid. Meski dengan jumlah yang sedikit itu.

3. Prodi itu adalah keinginan

Jika kamu sudah memilih jurusan sepi peminat, tetapi bukan karena mengejar universitasnya, maka bisa dipastikan kamu benar-benar mencari jurusan sesuai dengan keinginanmu sendiri.

Keuntungannya, kamu bisa lebih fokus ketika mempelajari ilmu-ilmu di kampusmu tersebut karena memang sesuai minat dan bakatmu.

Baca juga: Kenapa Prodi Ilmu Hukum Paling Diminati? Ini Fakta dan Mitosnya

4. Mudah berkompetisi di kelas

Dengan jumlah orang sedikit itu, kamu bisa lebih mudah dalam berkompetisi. Bisa dengan teman sekelas, atau satu angkatanmu.

Ini bisa dicontohkan ketika kamu mencari beasiswa kuliah, kamu akan lebih mudah untuk bertanding dengan orang-orang yang jumlahnya sedikit itu pula.

5. Dosen punya waktu banyak untuk diskusi

Ketika jumlah mahasiswa sedikit, maka dosen kita akan memiliki banyak waktu untuk diajak diskusi.

Coba bayangkan jika seangkatanmu ada 4 atau 6 kelas. Tentu dosen akan sangat sibuk, bahkan kamu harus antri lama agar bisa diskusi dengan dosen.

6. Ada kesempatan dapat gaji tinggi

Saat lulus kuliah, bisa saja lapangan pekerjaan butuh orang-orang sepertimu. Ini karena jurusannya khusus atau sepi peminat, namun justru banyak dibutuhkan lapangan kerja.

Biasanya malah perusahaan besar yang butuh lulusan seperti kamu ini. Maka, kamu bisa meminta gaji yang relatif besar dan disesuaikan dengan kondisi perusahaannya.

Baca juga: Prospek Karier Jurusan Kuliah Ilmu Komunikasi

Catatan:

Jika kamu kuliah di prodi sepi peminat, maka kamu juga harus meyakinkan diri bahwa kamu memang menyukai prodi itu. Jangan sampai kamu hanya pilih jurusan sepi peminat karena mengejar peluang bisa masuk di kampus itu saja.

Disamping itu, kamu juga harus tetap belajar untuk berjaga-jaga jika seandainya kamu tidak lolos SNMPTN, maka bisa lanjut ke jalur SBMPTN 2020 atau ujian mandiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X