Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Kompas.com - 22/02/2020, 15:46 WIB
Ilustrasi virus corona (Covid-19) China ShutterstockIlustrasi virus corona (Covid-19) China

HAMPIR satu purnama sudah, dunia kiwari kita diwarnai haru-biru kisah para korban pandemi virus corona baru atau Covid-19, terutama yang sedang mewabah di Negeri Tirai Bambu sana.

Sampai tulisan ini saya susun, setidaknya ada 40an negara yang telah dijangkiti virus mematikan itu.

Indonesia, kendati dilintasi angin selatan yang berembus melewati China daratan, ternyata tak tersentuh sama sekali oleh wabah sejenis.

Padahal Singapura, Malaysia, dan Australia, telah lebih dulu merasakan dampak psikologisnya. Lebih ajaib lagi, 200an WNI yang dijemput pulang dari Wuhan dan dikarantina di Natuna, malah tak terpapar.

Baca juga: Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah itu mungkin bisa jadi pelipur lara bangsa kita—yang konon katanya keramat. Namun sejatinya, ada virus lain yang lebih berbahaya dan itu seolah abai dari amatan kita.

Tengoklah sebentar jejaring media sosial. Di sana masih teramat banyak orang Indonesia yang dengan sangat gegabah mengaitkan kehadiran virus corona dengan azab Tuhan—berikut segala utak-atik gatuknya.

Pertanyaanya, apakah mereka diberitahu langsung oleh Tuhan terkait hal itu? Saya yakin pasti tidak. Paling banter, lagi-lagi Kitab Suci yang dijadikan sumber perisakan. Naudzubillahi min dzalik…

Kecenderungan orang beragama hari ini memang semakin membingungkan. Gemar hujat menghujat, ancam mengancam.

Senang menakut-nakuti dengan dosa dan neraka. Mudah dihibur pahala-surga. Anda yang mungkin masih belum bisa terbebas dari belenggu macam itu. 

Cobalah tanya pada mereka yang tak kapok menyeret neraka dalam ceramah berkelas kapiran begitu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X