Kompas.com - 23/02/2020, 14:31 WIB
Ajarkan disiplin pada anak THE DAILY MAILAjarkan disiplin pada anak
|


KOMPAS.com - Banyak diantara orangtua yang merasa kesal karena anak susah diatur. Ini biasanya terjadi ketika orangtua sedang banyak pekerjaan rumah, lalu menghadapi anak susah diatur.

Jika sudah demikian, emosi orangtua sering tidak terkontrol dan kemudian memarahi atau membentak anaknya tersebut.

Sebelum terlalu jauh, cobalah untuk memahami bahwa memarahi dan membentak anak bukanlah cara yang tepat. Mungkin saja, saat dimarahi anak memang terlihat patuh dan diam.

Tapi, sebenarnya tidak begitu lho. Kenyataannya adalah anak diam karena mereka takut mendengar nada suara yang menyeramkan bagi mereka.

Baca juga: 4 Manfaat Orangtua Dampingi Anak Belajar, Yakni...

Apalagi melihat ekspresi wajah orangtuanya yang menakutkan, tentu hal ini membuat mereka tertekan. Bahkan ketakutan-ketakutan ini sangat berdampak buruk terhadap perkembangan mereka.

Jadi, memarahi bukanlah cara yang tepat untuk membuat anak tumbuh menjadi anak yang patuh. Lantas, apa yang seharusnya dilakukan orang tua?

Merangkum dari laman Ruang Guru PAUD Kemendikbud RI, ini 3 cara yang harus dilakukan orangtua jika anaknya susah diatur.

1. Cobalah pahami perkembangan anak

Bagi orangtua, khususnya yang baru memiliki anak usia PAUD agar mencoba memahami bahwa yang dihadapi adalah sosok individu sedang tumbuh dan baru dalam tahap membangun pengetahuannya.

Anak belum bisa mengerti apa yang kita kehendaki. Pemahaman mereka termasuk pengalaman mereka belum seperti orang dewasa.

Jadi intinya, tidak ada anak yang susah diatur, yang ada hanya anak yang belum mengerti. Maka dari itu tugas orangtua adalah memberikan pemahaman pada anak dengan cara yang tepat.

Bukan malah menuntut anak untuk mampu A, B, C sementara kita sebagai orangtua belum tentu mampu memberikan yang terbaik untuk perkembangan mereka.

2. Gunakan bahasa sederhana

Ketika orangtua berkomunikasi dengan anak, maka cobalah untuk menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak.

Gunakanlah bahasa yang senyata mungkin. Berikan alasan-alasan yang tepat pada anak kenapa ia harus melakukan sesuatu ataupun kenapa tidak boleh melakukan sesuatu.

Namun, orangtua juga harus memiliki pengetahuan yang luas untuk memberikan pemahaman atau penjelasan pada anaknya.

Baca juga: Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

3. Pola asuh harus tepat

Pola asuh ini memiliki makna tentang bagaimana orangtua memperlakukan anak, mendidik, membimbing, mendisiplinkan, serta melindungi anak dalam mencapai proses kedewasaan.

Ini pengelompokkannya:

  • Ada orangtua yang mengharuskan anak untuk mengikuti setiap aturan (pola asuh otoriter).
  • Ada orangtua yang berusaha tetap responsif terhadap anak dan mau mendengarkan pendapat anak (pola asuh demokratis).
  • Ada orangtua yang gemar memanjakan dan memiliki sedikit tuntutan atau harapan (pola asuh permisif).
  • Ada orangtua yang fleksibel dalam mengasuh anak, mendengarkan pendapat anak namun tegas dan konsisten (pola asuh otoritatif).

Pola asuh ini akan menentukan bagaimana anak tumbuh kedepannya. Anak yang dididik dengan keras maka akan tumbuh pula dengan jiwa keras, anak yang dididik dengan kelembutan maka juga akan tumbuh dengan jiwa yang lembut.

Karena itu jangan sampai salah dalam memilih pola asuh. Ketika anak susah diatur, maka cobalah untuk melakukan evaluasi, apakah pola asuh yang digunakan sudah tepat atau belum.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X