Profesi Pustakawan Jangan Diisi Orang Setengah Hati dan Tak Punya Passion

Kompas.com - 27/02/2020, 18:32 WIB
Pustakawan merapihkan tumpukan buku-buku di Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Perpustakaan Nasional dengan total 24 lantai dan tiga ruang bawah tanah merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPustakawan merapihkan tumpukan buku-buku di Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017). Perpustakaan Nasional dengan total 24 lantai dan tiga ruang bawah tanah merupakan gedung perpustakaan tertinggi di dunia. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan profesi pustakawan tak diisi oleh orang yang tak kompeten dalam mengelola perpustakaan. Pustakawan yang kompeten dinilai bisa mengembangkan kualitas perpustakaan yang maksimal.

Indonesia saat ini memiliki tidak kurang dari 164.610 perpustakaan. Namun, tidak sebanding dengan kuantitas pustakawan yang tersedia saat ini sebanyak 12.301 tenaga pustakawan di seluruh Indonesia.

Kekurangan jumlah tenaga pustakawan diharapkan Tito, jangan sampai diisi oleh orang-orang yang tidak mengerti tentang perpustakaan. Jika ditangani oleh orang yang tidak berkompeten, bagaimana untuk mengelola perpustakaannya.

"Jangan diisi orang yang setengah hati dan tidak mempunyai passion. Jika keinginan saja tidak ada, komitmen tidak ada, pasti hasilnya tidak maksimal," jelas Mendagri Tito.

Dari data Kemendagri, 34 provinsi sudah membentuk dinas perpustakaan meski ada yang masih digabung dengan dinas yang lain. Sementara, dari 514 Kabupaten/Kota, sudah 491 kabupaten/kota memiliki dinas kelembagaan.

Baca juga: Najwa Shihab: Pustakawan Seharusnya Diisi Anak Muda

Namun dari 491 kabupaten/kota, baru 33 yang memiliki kelembagaan perpustakaan sendiri. Sisanya, 458 kabupaten/kota memiliki dinas perpustakaan yang digabung dengan dinas lain.

Sementara itu di tingkat kecamatan, keberadaan perpustakaan masih minim. Butuh dorongan pemerintah dan pemda untuk membentuk perpustakaan. Dari 7.094 kecamatan, 1.685 atau 23 persen-nya sudah ada perpustakaan.

Artinya, masih banyak sekali yaitu lebih dari 5.000 kecamatan yang tidak memiliki tempat untuk membaca yang disediakan oleh pemerintah.

Untuk di tingkat desa, dari 83.481 desa, sudah 33.929 desa memiliki tempat untuk membaca. Sudah mencapai 44 persen, sisanya masih 56 persen yang belum.

"Baru kuantitas, belum kualitasnya ya. Inilah yang harus digerakkan dan didorong maksimal,” pungkas Tito.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando mengatakan perpustakaan memainkan peran besar dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, mandiri dan berdaya saing di era global.

Baca juga: Pustakawan Ahli Utama Jelaskan Pentingnya Data untuk Perpustakaan

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X