7 Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah

Kompas.com - 03/03/2020, 12:10 WIB
Ibu Negara Iriana Joko Widodo cuci tangan bareng pelajar SDN Tanjungsiang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019) pagi. KOMPAS.com/AAM AMINULLAHIbu Negara Iriana Joko Widodo cuci tangan bareng pelajar SDN Tanjungsiang, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019) pagi.

KOMPAS.com - Layaknya virus penyebab flu dan batuk, virus Corona dapat menyebar melalui udara sehingga penularannya bisa terjadi dengan cepat. Penyebaran virus ini umumnya terjadi di lingkungan padat orang, seperti pasar, mal, bandara, termasuk di sekolah.

Lingkungan sekolah bisa menjadi lokasi potensial penyebaran beragam virus, baik flu, batuk, cacar air, termasuk virus Corona. Walau begitu, kepanikan bukanlah jalan keluar untuk "melawan" virus ini, melainkan melalui langkah-langkah pencegahan dan penanganan tepat.

Hal tersebut disampaikan oleh Pulmonologist Siloam Hospital Yogyakarta Paulus Wisnu Kuncoromurti. Menurut dokter yang akrab disapa Wisnu ini, virus Corona bisa dicegah dan disembuhkan bila setiap orang, khususnya guru dan orangtua, melakukan langkah-langkah tepat dalam menghadapi serangan virus ini.

Berikut langkah pencegahan penularan virus Corona di lingkungan sekolah, tempat les dan lokasi keramaian yang kerap didatangi oleh anak.

Baca juga: Orangtua, Ini Panduan Gizi Anak Sekolah untuk Cegah Virus Corona

1. CTPS

Sederhana, namun inilah langkah pencegahan yang utama dalam menangkal penyebaran beragam virus, termasuk virus Corona, yakni Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Guru dan orangtua harus membiasakan anak-anak untuk mencuci tangan saat:

  • Akan memulai pelajaran di kelas.
  • Saat akan makan.
  • Usai ke kamar mandi.
  • Usai bermain dan berkegiatan.
  • Saat tiba di rumah sepulang sekolah.

"Termasuk cuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan atau produk yang berkaitan dengan hewan. Baiknya hindari kontak dengan hewan liar, hindari kontak dengan sampah atau cairan kotor, apabila terpaksa kontak sebaiknya memakai sarung tangan," saran Wisnu.

Untuk itu, pihak sekolah maupun orangtua perlu menyediakan tempat cuci tangan yang layak, yaitu memiliki akses air bersih dan sabun. Bila memungkinkan sediakan hand sanitizer, tisu basah, tisu kering dan tempat sampah untuk membuangnya.

2. Aktifkan ruang UKS

Gejala awal virus Corona tidak spesifik bahkan tidak ada perbedaan dengan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) seperti batuk dan pilek, ujar Wisnu. Bisa berupa demam, batuk, sesak nafas, nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, lemas, sakit kepala, dan nyeri otot.

Untuk itu, guru dan orangtua disarankan untuk tidak salah prosedur seperti percaya pada cara-cara pencegahan dan penanganan di media sosial yang tak jelas sumbernya.

Langkah tepat ialah mengajak anak yang alami demam, lemas, pucat untuk segera cek suhu di ruang unit kesehatan siswa (UKS) dan orangtua perlu melanjutkan untuk periksa ke dokter. Apapun penyakitnya, penanganan yang cepat dan tepat akan mencegah penyakit bertambah parah.

3. Disinfektan ruang kelas

Membersihkan ruang kelas dengan disinfektan secara rutin perlu dilakukan oleh pihak sekolah mengingat ruang kelas umumnya tertutup dan menjadi ruang potensial penyebaran virus.

Tak hanya ruang kelas, namun meja, buku-buku, dan mainan yang sering disentuh banyak orang baiknya juga dibersihkan secara rutin untuk mengurangi berkembangbiaknya virus maupun bakteri. Dalam hal ini, orangtua bersama dengan guru bisa bekerja sama dalam menjaga kebersihan di lingkungan sekolah.

Baca juga: Senin Masuk Sekolah, Waspada Dua Penyakit Ini bila Anak Main Banjir

4. Ajak anak gunakan masker dengan benar

"Masker merupakan komponen penting dalam mencegah penularan virus Corona, karena virus tersebut di tularkan lewat udara, pemakaian masker bisa mengurangi penularan sampai tingkat keberhasilan 80 persen," kata Wisnu.

Wisnu menerangkan bahwa masker yang dipakai bisa berupa masker bedah dan tidak harus masker N95. Sebab masker N95 umumnya lebih mahal dan bisa membuat anak merasa tidak nyaman.

"Untuk pemakaian masker bedah seperti yang berwarna biru-putih, maka warna putih berada di dalam, warna biru di luar, ini yang sering terbalik pada masyarakat. Dan jangan lupa mengganti masker sesering mungkin," imbuhnya.

5. Ajari anak etika saat sakit

Selain melakukan pencegahan, baiknya orangtua dan guru juga memberi pemahaman pada anak tentang etika saat sedang sakit agar tidak menularkan virus pada teman-temannya.

Caranya, ajak anak yang sedang sakit batuk dan pilek untuk mengenakan masker. Minta anak untuk menggunakan tisu saat bersin dan batuk, lalu membuangnya di tempat sampah. Tak lupa, minta mereka untuk sering-sering mencuci tangan, hidung maupun mulut.

"Hindari dahulu bepergian jika sakit atau bepergian ke tempat yang sedang terdapat wabah penyakit, selalu gunakan masker jika kita sakit flu," imbuh Wisnu.

Bila memungkinkan, ganti kontak fisik seperti salaman dengan ucapan salam untuk mengurangi risiko penyebaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X