Anak Sulit Pakai Masker dan Cuci Tangan? Pakai Tips dari Najelaa Ini

Kompas.com - 04/03/2020, 12:38 WIB
Siswa SD Islam Internasional Al-Abidin Solo memakai masker saat aksi peduli kesehatan bertajuk Waspada Virus Corona di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/2/2020). Aksi tersebut diisi dengan sosialisasi hidup sehat dan ajakan mendukung Warga China yang sedang menghadapi wabah Virus Corona untuk semangat. ANTARA FOTO/MAULANA SURYASiswa SD Islam Internasional Al-Abidin Solo memakai masker saat aksi peduli kesehatan bertajuk Waspada Virus Corona di halaman sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Senin (3/2/2020). Aksi tersebut diisi dengan sosialisasi hidup sehat dan ajakan mendukung Warga China yang sedang menghadapi wabah Virus Corona untuk semangat.

KOMPAS.com - Tak seperti orang dewasa yang bisa dengan mudah menggunakan masker saat sakit, bagi anak-anak, menggunakan masker bisa menjadi hal yang sulit dan terasa tidak nyaman. Akhirnya, sejumlah anak menolak untuk memakai masker.

Begitu pula dengan cuci tangan, anak-anak usia prasekolah yang sedang asyik-asyiknya bermain bisa menganggap kegiatan cuci tangan sebagai sesuatu yang mengganggu aktivitasnya. Inilah yang kerap menjadi alasan anak-anak tidak mau diajak untuk mencuci tangan.

Walau kebiasaan cuci tangan dan menggunakan masker saat sakit menjadi hal yang penting di tengah merebaknya berbagai macam virus, seperti flu, batuk, cacar air, hingga corona, tetapi memaksa anak apalagi sampai memarahinya bukanlah hal yang tepat.

Baca juga: 7 Langkah Pencegahan Penularan Virus Corona di Lingkungan Sekolah

Saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/3/2020), Najelaa Shihab berpendapat, hindari menakut-nakuti anak supaya mau cuci tangan atau menggunakan masker. Sebab, cara itu tidak akan efektif dan tak akan bertahan lama.

Berikut cara tepat mengajari anak untuk mau mencuci tangan dan menggunakan masker saat sakit, yang akan membuat anak melakukannya tanpa diminta.

1. Bahasa anak

Jelaskan dengan bahasa sederhana, yaitu bahasa yang sesuai dengan pemahaman anak. Hindari untuk menakut-nakuti anak dengan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan aktivitas tersebut.

Misalnya, beri pemahaman bahwa virus sangat mudah menyebar dan dampaknya terhadap kenyamanan anak bila ia tertular virus tersebut.

Baca juga: Orangtua, Ini Panduan Gizi Anak Sekolah untuk Cegah Virus Corona

2. Ilustrasi nyata

Setelah memberi pemahaman dengan bahasa sederhana, lanjutkan dengan memberikan ilustrasi nyata tentang penyebaran virus bila anak menolak cuci tangan atau menggunakan masker.

Misalnya dengan membubuhkan bedak di kedua tangan anak. Minta anak beranggapan bahwa bedak tersebut adalah virus. Lalu, minta ia menyentuh berbagai benda, seperti gagang pintu, mainan, permukaan wajah, dan permukaan meja.

Selanjutnya, beri tahu anak bahwa bedak yang menempel di benda-benda tadi adalah virus yang dapat menempel di tangan orang lain yang memegangnya dan dapat menyebabkan sakit.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X