Kompas.com - 10/03/2020, 17:09 WIB
Ilustrasi seseorang mengaplikasikan hand sanitizer. SHUTTERSTOCK/ELIZAVETA GALITCKAIAIlustrasi seseorang mengaplikasikan hand sanitizer.
|


KOMPAS.com - Pasca diumumkannya oleh pemerintah Indonesia, bahwa ada warga negara Indonesia yang positif virus corona (Covid-19) beberapa waktu lalu, banyak warga yang ramai-ramai membeli masker dan hand sanitizer.

Sehingga masker dan hand sanitizer menjadi langka di pasaran. Padahal, upaya pencegahan menyebarnya virus corona bisa dilakukan dengan pola hidup bersih dan sehat.

Salah satunya dengan mencuci tangan pakai sabun di aliran air yang mengalir. Namun, jika berada di luar dan tidak ada air maupun sabun, pilihannya ialah dengan cairan antiseptik hand sanitizer.

Baca juga: Agar Terhindar Virus Corona, Perhatikan 6 Hal Ini dari Akademisi

Bahan daun sirih hijau

Melihat kondisi tersebut, salah satu akademisi atau dosen dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si., membuat hand sanitizer spray nanopolimer berbahan herbal.

Dibuatnya produk ini sebagai alternatif antiseptik karena mulai langkanya di pasaran akibat merebaknya wabah virus corona di Indonesia.

"Bahan bakunya dari daun sirih hijau yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Ini juga sebagai bahan dari kearifan lokal warisan nenek moyang," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (10/3/2020).

Pengembangan dilakukan 1 tahun

Ternyata, pengembangan dari produk yang dinamai Spray Nanopolimer Infusa Daun Sirih ini dilakukan Ronny sejak satu tahun belakangan ini.

Dipilihnya daun sirih hijau sebagai bahan baku karena memiliki aktivitas antibakteri yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus auerus dan Escherichia coli.

Menurutnya, penggunaan antibiotik sintetik banyak menimbulkan resistensi bakteri. Karena itu diperlukan formulasi dari bahan alami seperti daun sirih hijau.

Dengan teknologi nano

Produk hand sanitizer yang dibuat Ronny itu menggunakan teknologi nano. Formulasi dalam bentuk nanopartikel dilakukan karena daun sirih hijau memiliki kelarutan yang relatif rendah dalam air.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.