Kompas.com - 27/03/2020, 09:00 WIB
Dua siswa Sekolah Dasar Katolik Waelengga di pedalaman Manggarai Timur, Flores, NTT, Sabtu, (21/3/2020) mulai belajar dirumah karena libur 14 hari untuk mencegah Covid 19 di wilayah Mabggarai Timur. Orangtua bersama guru terus memantau proses belajar di rumah. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURDua siswa Sekolah Dasar Katolik Waelengga di pedalaman Manggarai Timur, Flores, NTT, Sabtu, (21/3/2020) mulai belajar dirumah karena libur 14 hari untuk mencegah Covid 19 di wilayah Mabggarai Timur. Orangtua bersama guru terus memantau proses belajar di rumah. (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Plt. Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud) Harris Iskandar meminta para Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) membuat aturan lebih detail tentang metode pembelajaran di rumah selama masa pandemik Covid-19.

Menurutnya, perlu ada penekanan kembali dari Kadisdik agar metode belajar di rumah tidak hanya terpaku pada capaian akademik ataupun fokus pada kemampuan kognitif saja.

Guru dan orang tua juga harus memberikan pendidikan yang bermakna, termasuk memahami pandemik Covid-19.

"Harus disampaikan ke anak sehingga dia paham. Berikan pendidikan yang bermakna," kata Harris dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Belajar dari Rumah, Ini 10 Tips Penting saat Membantu Anak Mengerjakan PR

Menurut Harris, perlu kreativitas guru dan orangtua dalam mengekplorasi cara belajar anak. Terlebih, karena banyak kendala fasilitas teknologi dan koneksi internet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami sarankan pendidikan kecakapan hidup untuk dieksplorasi, sehingga tidak harus belajar secara daring," ujar Harris.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Plt. Dirjen Dikti), Nizam menjelaskan dengan menggunakan metode pembelajaran daring, dosen dan mahasiswa dapat tetap menjalankan proses perkuliahan tanpa harus bertatap muka secara langsung di kelas.

Pembelajaran daring merupakan tindak lanjut arahan presiden dalam pencegahan penyebarluasan corona dengan melakukan social distancing, salah satunya melalui belajar dari rumah.

"Pembelajaran dari rumah dapat dilakukan secara sinkronis melalui penggunaan video conference maupun asinkronis dengan email atau berbagai macam aplikasi chat atau pesan. Materi pembelajaran dapat memanfaatkan berbagai sumber daring yang sudah tersedia," jelas Nizam.

Beberapa hal penting yang harus disiapkan oleh perguruan tinggi di antaranya, pertama, kampus harus berbenah dengan mulai meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran daring seperti infrastruktur, LMS, dan repositori yang memadai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.