Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/04/2020, 15:43 WIB
|
  1. Memproduksi zat makanan berupa glukosa. Glukosa merupakan bahan dasar pembangun zat makanan lainnya, yaitu lemak dan protein dalam tubuh tumbuhan. Zat-zat ini menjadi makanan bagi hewan maupun manusia.
  2. Membantu membersihkan udara, yaitu mengurangi kadar CO2 (karbon dioksida) di udara karena CO2 adalah bahan baku dalam proses fotosintesis. Sebagai hasil akhir, selain zat makanan adalah O2 (Oksigen) yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan.
  3. Kemampuan tumbuhan berfotosintesis menyebabkan sisa-sisa tumbuhan yang hidup di masa lalu tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun menjadi batubara sehingga menjadi salah satu sumber energi saat ini.

Proses fotosintesis merupakan serangkaian reaksi kimiawi yang sangat kompleks dan rumit. Secara umum para ahli menjabarkan proses fotosintesis menjadi reaksi terang dan reaksi gelap.

Baca juga: Siswa Kelas IV SD, Yuk Belajar Bentuk dan Fungsi Hewan Burung

1. Reaksi terang

Reaksi terang merupakan reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya. Reaksi terang terjadi di tilakoid, yaitu struktur cakram yang terbentuk dari pelipatan membran dalam kloroplas. Struktur tilakoid yang bertumpuk-tumpuk disebut grana.

Membran tilakoid akan menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Dalam tahap ini, klorofil menyerap energi cahaya untuk memecahkan molekul-molekul air menjadi hidrogen, oksigen, dan sejumlah energi. Proses pemecahan molekul air disebut juga dengan fotolisis.

Energi kimia yang dihasilkan pada reaksi terang dalam bentuk ATP (Adenosin Tri Phosphat), dan NADP (Nicotinamida Adenin Dinucleotid Phosphat). Energi kimia ini kemudian disimpan dan dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk reaksi gelap.

2. Reaksi gelap

Reaksi gelap merupakan reaksi lanjutan dari reaksi terang dalam proses fotosintesis. Reaksi gelap tidak membutuhkan cahaya, dan terjadi pada bagian kloroplas yang disebut stroma.

Bahan reaksi gelap adalah ATP dan NADPH, yang dihasilkan dari reaksi terang, dan CO2 yang berasal dari udara bebas.

Hasil dari reaksi gelap ini adalah APG (asam fosfogliserat), ALPG (fosfogliseraldehid), RDP (ribulosa difosfat), dan glukosa (C6 H12 O6).

Reaksi ini ditemukan oleh Melvin Calvin dan Andrew Benson, karena itu reaksi gelap disebut juga reaksi Calvin-Benson.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+