Kompas.com - 10/05/2020, 11:35 WIB
Ilustrasi cemas shutterstockIlustrasi cemas
|

KOMPAS.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 hingga kini masih tinggi. Sampai saat ini pula masyarakat di Indonesia masih diimbau untuk tetap tinggal di rumah saja.

Hanya saja, selama hampir dua bulan di rumah tentu menimbulkan rasa cemas sebagai bentuk luapan emosi yang menjadi tanda pengingat agar kita lebih waspada.

Tetapi, di masa pandemi ini masyarakat justru tidak perlu mengusir rasa cemas. Namun yang harus dilakukan ialah mengelola tantangan tersebut.

Baca juga: Akademisi UGM: Ini Bentuk Perilaku Baru Karena Wabah Corona

Tekanan untuk kinerja tinggi

Menurut Dosen Psikologi Universitas Padjadjaran (Unpad), Hari Setyowibowo, M.Psi., masyarakat harus mencermati beberapa nasihat terkait pandemi yang beredar.

"Ada nasihat hindari tekanan, usir kecemasan. Nasihatnya tampak bagus, namun ternyata belum tentu bisa berlaku untuk banyak hal," ujar Hari seperti dikutip dari laman resmi Unpad, Sabtu (9/5/2020).

Nasihat itu, lanjut Hari, tidak sepenuhnya salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar. "Apa kinerja kita akan lebih tinggi bila tanpa tekanan? Apa hidup akan lebih sehat tanpa kecemasan? Mari kita pertimbangkan lagi nasihat itu," imbuhnya.

Dikatakan, tekanan yang tidak dalam porsi berlebihan, justru bisa memacu seseorang mengeluarkan segenap kemampuan agar berkinerja lebih tinggi. Pada beberapa kasus, seseorang butuh tekanan untuk bisa berprestasi.

Sebagai contoh, seseorang akan lebih rajin belajar ketika menjelang ujian, sehingga kondisi tekanan yang membuat tertantang bukanlah hal buruk. Jadi, nasihat yang lebih tepat adalah hadapi kenyataan, kelola tantangan.

Berpikir apresiatif

Nasihat lain yang perlu dicermati kembali adalah ajakan untuk selalu berpikir positif, hindari memikirkan hal-hal negatif.

Hari mengingatkan, kejadian yang dialami tidak selalu positif. Ada kegagalan, ada kesalahan, ada kesulitan, tidak perlu memaksakan diri hanya untuk memikirkan hal positif saja.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X