Kompas.com - 12/05/2020, 15:17 WIB
Seorang guru sekolah dasar, Billy Yeung, merekam video pelajaran untuk siswa-siswanya yang diliburkan sementara terkait pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19, di ruang kelasnya yang kosong di Hong Kong, Jumat (6/3/2020). Kian merajalelanya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah kawasan di berbagai belahan dunia yang selama ini dikenal ramai seketika berubah menjadi sepi. AFP/ISAAC LAWRENCESeorang guru sekolah dasar, Billy Yeung, merekam video pelajaran untuk siswa-siswanya yang diliburkan sementara terkait pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19, di ruang kelasnya yang kosong di Hong Kong, Jumat (6/3/2020). Kian merajalelanya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah kawasan di berbagai belahan dunia yang selama ini dikenal ramai seketika berubah menjadi sepi.

KOMPAS.com - Survei cepat yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendapati, saat ini masih terdapat 20 persen guru dan 40 persen siswa yang mengalami kendala dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim pun mengajak semua pihak termasuk orang tua, guru, dan murid untuk keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan perubahan.

"Untuk pertama kalinya kita melihat dari dua sisi, orang tua untuk pertama kalinya sadar betapa sulitnya mendidik anak. Di sisi lainnya, guru juga menyadari untuk pertama kalinya, bahwa tanpa adanya peran orang tua yang baik, maka pendidikan anak ini tidak akan sukses," terang Mendikbud seperti dilansir dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, beberapa waktu lalu.

Untuk menjembatani kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Tanoto Foundation menyelenggarakan webinar Guru Berbagi.

Baca juga: Universitas Pertahanan Buka Pendaftaran S1, Bebas Biaya Kuliah

Tema yang diusung pada webinar hari ini, Selasa (12/5/2020), ialah Manajemen Pembelajaran Daring untuk Sekolah Pedesaan, di mana sebagian murid tak memiliki akses teknologi .

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Spesialis Pelatihan Guru Program PINTAR Tanoto Foundation Golda Eva Grace Simatupang yang hadir sebagai salah satu pembicara mengatakan, selama pandemi Covid-19, proses belajar tetap bisa dilakukan.

Untuk itu, lanjur dia, guru harus memiliki dua metode, yakni pembelajaran secara daring (online) maupun luring (offline).

"Jangan sampai anak yang tidak memiliki akses teknologi tidak belajar. Ada dua skenario, yakni daring dan luring," katanya dalam webinar Guru Berbagi, Selasa (12/5/2020).

Baca juga: Beasiswa SMP TIK Mizan, Bebas Biaya Pendidikan dan Hidup

Guru, lakukan manajemen pembelajaran MAU

Golda melanjutkan, agar kegiatan belajar tetap bisa berlangsung dari rumah, baik itu daring atau luring, guru bisa melakukan manajemen pembelajaran "MAU".

"Tugas utama guru PJJ mengelola kelas semoga terjadi peristiwa belajar walau kelasnya dilakukan jarak jauh," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X