Kompas.com - 12/05/2020, 15:17 WIB
Seorang guru sekolah dasar, Billy Yeung, merekam video pelajaran untuk siswa-siswanya yang diliburkan sementara terkait pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19, di ruang kelasnya yang kosong di Hong Kong, Jumat (6/3/2020). Kian merajalelanya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah kawasan di berbagai belahan dunia yang selama ini dikenal ramai seketika berubah menjadi sepi. AFP/ISAAC LAWRENCESeorang guru sekolah dasar, Billy Yeung, merekam video pelajaran untuk siswa-siswanya yang diliburkan sementara terkait pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19, di ruang kelasnya yang kosong di Hong Kong, Jumat (6/3/2020). Kian merajalelanya virus corona (COVID-19) membuat sejumlah kawasan di berbagai belahan dunia yang selama ini dikenal ramai seketika berubah menjadi sepi.

MAU, lanjut dia, merupakan singkatan dari Mengondisikan, Aktifkan dan Umpan Balik.

1. Mengondisikan

Mengondisikan ialah mengajak anak siap untuk belajar dengan metode yang digunakan oleh guru, baik daring maupun luring.

Untuk daring, guru perlu menjelaskan pada anak terkait memahami cara penggunaan aplikasi, menjelaskan aturan belajar, memberi penjelasan tentang kegiatan belajar setiap hari, bahkan membuat video tutorial untuk menjelaskannya.

Sedangkan pada proses luring, guru bisa memberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang jelas dan dapat dipahami anak. Tetapkan pula berapa lama waktu pengerjaan dan ketentuan mengumpulkan LK tersebut.

2. Aktifkan

Lalu yang kedua adalah Aktifkan, yakni bagaimana guru membangun proses pembelajaran yang aktif sehingga membuat anak semangat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Golda tak menyarankan guru hanya memberi tugas berupa membuat rangkuman untuk siswa yang belajar melalui TVRI misalnya. Walau menjadi cara termudah bagi guru, namun itu membuat proses belajar siswa menjadi tidak bermakna.

Baca juga: Daftar Perguruan Tinggi Kedinasan yang Buka Pendaftaran 8-23 Juni 2020

Golda memberi contoh, untuk pembelajaran luring, anak bisa diberi penugasan sebagai reporter untuk mewawancara orang di rumah terkait pengeluaran belanja setiap hari. Lalu, dari data yang dimiliki anak, pandu anak mengubah hasil wawancara menjadi tabel dan diagram batang.

Panduan tersebut bisa diberikan secara rinci dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak melalui LKPD.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.