Kompas.com - 14/05/2020, 15:02 WIB
Tangkapan layar Belajar dari Rumah di TVRI DOK/TVRI/IRFANKAMILTangkapan layar Belajar dari Rumah di TVRI

KOMPAS.com – Program Belajar dari Rumah di TVRI hadir kembali dengan tayangan Perjuangan Jendral Sudirman yang disiarkan pada pukul 09.00 – 09.30 WIB untuk kelas 4-6 SD pada 14 Mei 2020.

Belajar dari Rumah adalah Program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan alternatif pendidikan bagi semua kalangan di masa darurat Covid-19.

Dalam tayangan tersebut Drs. Darto Harnoko seorang sejarawan menceritakan jejak-jejak perjuangan Panglima Besar Jendral Sudirman.

Baca juga: Perjuangan Jendral Sudirman, Belajar dari TVRI 14 Mei 2020 untuk SD

Profil Jendral Sudirman

Jenderal Besar Sudirman adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia, sebagai panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama, ia adalah sosok yang dihormati di Indonesia.

Terlahir dari pasangan rakyat biasa di Purbalingga, Hindia Belanda, Sudirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Sudirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin.

Ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah.

Saat di sekolah menengah, Sudirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam.

Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah, ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937.

Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Sudirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas.

Agresi Militer Belanda II

Pada tanggal 19 Desember 1948, beberapa hari setelah Sudirman keluar dari rumah sakit, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X