6 Cara Asyik Guru Membuat Kegiatan Membaca di Rumah Makin Menyenangkan

Kompas.com - 26/05/2020, 14:26 WIB
Walaupun sedang belajar dari rumah, siswa MI Muhammadiyah 1 Pekanbaru Riau, tetap dibiasakan membaca buku setiap hari. Paguyuban kelas dilibatkan untuk membantu menyediakan bahan bacaan untuk anak di rumah. DOK. TANOTO FOUNDATIONWalaupun sedang belajar dari rumah, siswa MI Muhammadiyah 1 Pekanbaru Riau, tetap dibiasakan membaca buku setiap hari. Paguyuban kelas dilibatkan untuk membantu menyediakan bahan bacaan untuk anak di rumah.

KOMPAS.com – Walaupun sedang belajar dari rumah, siswa perlu terus didorong untuk memiliki kebiasaan membaca buku bacaan. Kegiatan pembiasaan membaca harus terus ditumbuhkan agar minat siswa untuk membaca buku tidak putus karena pandemi.

Diyakini, literasi menjadi fondasi penting dalam proses belajar dari rumah selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ini. Berikut beberapa tips dari pengalaman guru di Riau dan Jambi bisa mengenai cara membuat siswa asyik dan terbiasa membaca buku setiap hari.

1. Kerja sama guru dan grup kelas

Untuk membuat siswa bisa tetap membaca di rumah, Erza Intan Anggraini, guru kelas VI MI Muhammadiyah 1 Pekanbaru, Riau, melibatkan paguyuban atau grup kelas bekerja sama menyediakan bahan bacaan.

Baca juga: 5 Penyebab Rendahnya Kemampuan Literasi Siswa Indonesia

Saat diumumkan siswa harus belajar dari rumah, Erza langsung mengajak orangtua berdiskusi kegiatan belajar dari rumah via WA group paguyuban kelas.

Ia ingin memastikan orangtua sejak awal memahami cara mendampingi anaknya belajar dari rumah, termasuk dalam pembiasaan membaca.

Erza bersama orangtua dan siswa bersepakat membuat kegiatan wajib membaca di rumah selama 30 menit setiap hari. Waktunya bisa disesuaikan dengan jadwal disepakati anak dan orangtua.

2. Menyiapkan bacaan menarik

Ia menyampaikan agar siswa tertarik dan senang membaca di rumah, mereka perlu disediakan buku-buku bacaan menarik.

"Saya membuat kesepakatan dengan orangtua agar mereka mau membelikan buku bacaan yang disukai untuk anak-anaknya. Pembeliannya bisa secara online,” kata Erza.

Dampak positif dari pandemi ini, para siswa Erza sudah memiliki beberapa koleksi buku bacaan di rumahnya. Dalam seminggu, menurut Erza, siswa sudah terbiasa membaca 1-2 buku bacaan.

Selain itu grup kelas juga membantu menyediakan bahan bacaan online. Mereka menyumbang membeli komik, majalah, dan buku bacaan online yang cocok untuk anak.

Bahan bacaan dalam bentuk file pdf dikirimkan melalui WA paguyuban kelas. Cara ini membantu memperkaya bahan bacaan untuk anak.

3. Kesepakatan guru dan orangtua

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X