Pergeseran Tahun Ajaran Baru ke Januari 2021 Bisa Bikin Anak Stres dan Gaji Guru Terpotong

Kompas.com - 30/05/2020, 06:30 WIB

Bila tahun ajaran baru 2020/2021 digeser ke bulan Januari 2021, kata Satriawan aktivitas belajar dipastikan tak ada. Selain itu, tak ada tagihan penilaian untuk rapor.

"Pastinya para orang tua tak akan mau membayar SPP, sebab menilai sekolahnya tak ada pembelajaran," ujar Satriawan.

Kekosongan waktu selama enam bulan akan berdampak kepada guru swasta dan bagi psikologis siswa. Ia mengatakan siswa akan bosan dan jenuh menunggu selama enam bulan.

"Tak ada aktivitas pembelajaran yang berarti. Kondisi ini berpotensi membuat anak-anak stres dan tak menutup kemungkinan mencari pelampiasan secara negatif," ujarnya.

Oleh karena itu, FSGI mengusulkan untuk mengambil pilihan jalan tengah adalah dengan memulai tahun ajaran baru 2020/2021 pada Juli 2020 dengan memperpanjang PJJ sampai 1 semester ke depan atau setidaknya sampai September 2020.

"Demi keamanan, keselamatan, dan kesehatan siswa, guru, dan orang tua," kata Satriawan.

Sebelumnya, berbagai kalangan seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI) meminta untuk menggeser awal tahun ajaran baru 2020/2021 ke bulan Januari.

"Mengapa? Pertama, memberikan kepastian tahun ajaran baru bergeser ke Januari akan membuat dunia pendidikan memiliki langkah-langkah yang jelas terutama terkait minimnya jumlah guru yang memiliki kemampuan tinggi dalam menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Online," kata Ramli.

Baca juga: Mulai Tahun Ajaran Baru Bukan Berarti Pembukaan Sekolah

Dengan menggeser tahun ajaran baru, Ramli menyebutkan Kemendikbud bisa fokus meningkatkan kompetensi guru selama 6 bulan.

Dengan demikian, di bulan Januari para guru sudah bisa menyelenggarakan PJJ berkualitas dan menyenangkan jika ternyata Covid-19 belum tuntas.

"Kedua, menggeser tahun ajaran baru menghindarkan siswa dan orang tua dari stress berkepanjangan," lanjutnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga telah memastikan tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada tanggal 13 Juli 2020.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad ada beberapa hal yang mesti disinkronisasi bila memundurkan tahun ajaran baru 2020/2021.

"Kelulusan SMA SMP sudah diumumkan. Artinya sudah lulus, kalau diperpanjang, ini mau dikemanakan (lulusannya). Di perguruan tinggi sudah melakukan seleksi seperti SNMPTN, ada juga SBMPTN, ini harus sinkron," kata Hamid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.