Muhadjir: Pesantren dan Pendidikan Agama Wajib Dapat Perhatian di "New Normal"

Kompas.com - 10/06/2020, 10:13 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menjadi Keynote Speaker pada acara Sosialisasi  Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rapat Koordinasi Teknis Sensus Penduduk Tahun 2020 di Hotel Harris Vertu, Jakarta, Selasa (26/11/2019). Humas Kemenko PMKMenko PMK Muhadjir Effendy menjadi Keynote Speaker pada acara Sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rapat Koordinasi Teknis Sensus Penduduk Tahun 2020 di Hotel Harris Vertu, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

KOMPAS.com – Pada sektor pendidikan Pemerintah tengah menggodok kebijakan afirmasi (penguatan) menyusul diberlakukannya tatanan normal baru ( new normal) khususnya pesantren dan pendidikan keagamaan.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy melalui telekonferensi (8/6/2020). Ia menekankan pesantren dan pendidikan keagamaan wajib mendapat perhatian.

Tidak hanya dari segi pembelajaran di tengah pandemi virus Covid-19, tetapi juga menyangkut bantuan sosial (bansos).

"Tugas Kemenko PMK adalah melakukan koordinasi terkait hal ini. Sebelum nanti akan dilaporkan ke Wapres (Ma'ruf Amin) dan dimatangkan dalam Rapat Kabinet Terbatas. Kita ingin ini agar clear dulu dengan mendengar masukan dari para stakeholder,” kata Muhadjir dilansir dari laman Kemenkopmk.

Baca juga: Pembelajaran Positif dari Covid-19: Penyerapan Teknologi dalam Pendidikan

Pemetaan 21 ribu pesantren

Menko PMK mengatakan sudah ada diskusi secara teknis yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) terkait afirmasi tersebut. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun sudah menyetujui total anggaran sebesar Rp2,36 triliun.

Muhadjir meminta agar pembagian alokasi anggaran itu benar-benar mempertimbangkan proporsionalitas dari setiap pesantren.

Sementara untuk bantuan operasional pesantren, madrasah, atau lembaga pendidikan keagamaan lainnya, agar disertai dengan petunjuk teknis yang dikoordinasi oleh Kemenag.

"Masalah proporsionalitas ini sangat penting, berapa jumlah santrinya, jumlah pengajar, pengasuh, dan lain-lainnya. Kalau bisa data itu nanti bisa dijadikan dasar untuk afirmasi pesantren ke depan," ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar komponen listrik masuk dalam skenario pemberian bansos kepada pesantren selain jenis bantuan sosial yang berasal dari Kemensos dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Ia meminta Kementerian Agama menyiapkan peta 21 ribu pesantren dan dipilih mana yang prioritas untuk nanti dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bantuannya berupa tempat wudhu, MCK, dan tempat cuci tangan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X