Kompas.com - 16/06/2020, 15:49 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Dok. Jilan Rifai/Biro KSHM KemendikbudMenteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyampaikan kalender pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah tahun ajaran 2020/2021 tidak berubah. Artinya, proses pembelajaran tetap akan dimulai pada Juli 2021.

“Kami tidak mengubah kalender pembelajaran,” kata Nadiem saat memaparkan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 secara online (15/6/2020).

Namun, proses pembelajaran tersebut tidak sepenuhnya dilakukan melalui mekanisme tatap muka.

Baca juga: Risma Dorong Sekolah dan Komite Sekolah Membuat Protokol Kesehatan

Ketentuan bagi sekolah

Madrasah dan Sekolah yang berada di daerah yang telah diidentifikasi berada di zona kuning, orange, dan merah tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka.

“Untuk ketiga zona tersebut, ada 94 persen dari total peserta didik, tidak diperkenankan melakukan pembelajaran tatap muka,” ungkap Nadiem.

Ia melanjutkan “Sebanyak 6 persen yang di zona hijau itulah yang kami memperbolehkan Pemda untuk melakukan pembelajaran tatap muka, tapi dengan protokol yang sangat ketat,” ujar Nadiem.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Nadiem, ada kriteria yang harus dipenuhi oleh daerah yang berada dalam zona hijau saat akan melakukan pembelajaran tatap muka.

Kriteria tersebut adalah sekolah atau madrasah berada pada Kabupaten/Kota dengan zona hijau, Pemda memberikan izin, serta Satuan Pendidikan telah memenuhi semua ceklist persiapan pembelajaran tatap muka (protokolo kesehatan).

“Jika ketiga langkah ini terpenuhi, sekolah boleh menjalankan pembelajaran tatap muka. Tapi, orangtua murid harus setuju untuk melakukan pembelajaran tatap muka,” ucap Nadiem.

“Sekolah tidak bisa memaksa murid yang orangtuanya tidak memperkenankan anaknya pergi sekolah karena masih belum merasa nyaman. Jadi kita punya banyak level persetujuan peserta didik bisa masuk sekolah,” kata Nadiem.

Ia Melanjutkan “Keputusan akhir siswa masuk sekolah atau tidak, itu ada di tangan orang tua. Meski sekolah membuka pembelajaran tatap muka, orang tua masih belum nyaman, maka anak itu diperbolehkan untuk belajar dari rumah,” Tegas Nadiem.

Ketentuan perguruan tinggi

Untuk perguruan tinggi, tahun akademik 2020/2021 tetap dimulai pada Agustus 2020. Namun, pembelajaran di perguruan tinggi pada semua zona masih dilakukan secara daring.

Nadiem beralasan, universitas mempunyai potensi mengadopsi pembelajaran jarak jauh yang lebih mudah dibanding menengah dan dasar.

“Karena keselamatan adalah nomor satu, saat ini semua PT masih melakukan secara online,” jelas Mendikbud Nadiem.

Baca juga: Tegal dan Rembang Mungkinkan Buka Sekolah dengan Syarat Ketat di Zona Hijau

Meski demikian, lanjut Nadiem, ada aktivitas prioritas yang diizinkan untuk dilakukan di kampus. Yaitu, aktivitas yang sangat berhubungan dengan kelulusan mahasiswa yang sulit dilakukan secara daring.

Misalnya, penelitian di laboratorium untuk skripsi, tesis, dan disertasi. Termasuk juga aktivitas melaksanakan tugas laboratorium, praktikum, bengkel yang butuh mesin dan peralatan.

“Jika ini berdampak pada kelulusan siswa, masing-masing pimpinan perguruan tinggi diperbolehkan memberikan izin mahasiswa ke kampus. kita tidak ingin korbankan potensi mahasiswa untuk lulus,” ucap Nadiem.

“Tapi untuk pembelajaran masih dilakukan secara online. Jadi tidak diperkenankan melakukan kuliah tatap muka. Tidak diperkenankan mahasiswa berbondong-bondong masuk kampus kecuali untuk tugas individual yang terkat dengan kelulusannya,” ujar Mendikbud Nadiem.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X