Kompas.com - 15/06/2020, 17:02 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Dok. Pemkot SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini

KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menggelar video conference dengan komite sekolah tingkat SD–SMP Surabaya pascamenerbitkan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 28 Tahun 2020, tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Surabaya (14/6/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Surabaya meminta agar Komite Sekolah dapat bekerja sama dengan sekolah untuk saling mendukung dalam pengembangan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya belum mengetahui kapan sekolah akan dibuka, namun yang paling utama ialah merumuskan protokol kesehatan pada tiap-tiap sekolah dengan dasar perwali tersebut.

Baca juga: Kemenag Bahas SKB Protokol Kesehatan Lembaga Pendidikan dan Pesantren

Buat protokol detil

Menurutnya, setiap sekolah memiliki karakteristik siswa dan lingkungan berbeda. Oleh sebab itu, ia meminta kepada tiap sekolah untuk mengembangkan sesuai dengan kondisi lingkungan di masing-masing sekolah.

“Jangan sampai sekolah memutuskan sendiri, sementara komite sekolah tidak tahu. Oleh karena itu harus dibicarakan bersama, antara komite sekolah dengan sekolah harus ada kesepakatan bersama,” jelas Risma dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.

Menurutnya, protokol kesehatan sekolah tidak bisa jika hanya menggunakan protokol dasar seperti memakai masker, cuci tangan atau menjaga jarak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Risma meminta protokol kesehatan di sekolah era norma baru harus dibuat lebih detil seperti aturan; bagaimana siswa masuk halaman sekolah, masuk ke kelas masing-masing, berapa jumlah murid satu kelas, bagaimana cara duduk agar tidak berhadapan.

"(Semua) harus disusun dengan sangat detail untuk keamanan anak-anak," tegas Risma.

Aman untuk anak

Wali Kota Risma juga berharap agar jam istirahat siswa di sekolah sebaiknya untuk sementara ditiadakan. Mengingat pada saat istirahat, para siswa biasanya akan bergerombol dengan teman-temannya.

Pihaknya juga berharap, jika ada siswa mengalami sakit batuk atau flu, sebaiknya dapat dipulangkan ke rumahnya, meski bukan sakit Covid-19.

Menurutnya, jika anak yang sakit tersebut dibiarkan dan tetap masuk, maka akan berpotensi dapat menular ke temannya.

Wali Kota Risma menjelaskan setelah pertemuan ini berakhir, pertemuan akan dilanjutkan dengan kepala Dinas Pendidikan,

Jika dibutuhkan, pihaknya juga akan mengundang tenaga kesehatan untuk menjelaskan atau memantau protokol kesehatan yang telah disusun bersama sekolah dan komite sekolah.

“Semakin sempurna protokol kesehatan untuk sekolah dibuat, maka akan semakin aman pula untuk anak-anak,” ujar Risma.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X