Kompas.com - 25/06/2020, 18:30 WIB
Bincang daring Sistem Pendidikan Ideal di Masa New Normal?, Kamis (25/6/2020). Dok. KOMPAS.comBincang daring Sistem Pendidikan Ideal di Masa New Normal?, Kamis (25/6/2020).

KOMPAS.com - Dunia pendidikan akan segera memasuki tahun ajaran baru, di tengah masa pandemi Covid-19 yang belum juga berlalu.

Di tengah tuntutan kurikulum, ada keselamatan peserta didik, guru dan pelaku pendidikan yang harus tetap diutamakan.

Untuk itu, semua pihak perlu duduk berdampingan meski tidak dalam satu ruangan, guna merumuskan solusi pendidikan ideal di era new normal dan mengajak semua elemen berkontribusi dalam memberikan solusi.

Sebagai upaya mencari solusi pembelajaran yang ideal di era new normal, Telset.id dan platform pendidikan Kelas Pintar mengadakan bincang daring "Sistem Pendidikan Ideal di Masa New Normal”, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Ini Jumlah Siswa Per Kelas Bila Sekolah Memenuhi Syarat Tatap Muka

Terkait dengan 94 persen peserta didik di zona merah, oranye dan kuning yang masih dilarang belajar di sekolah pada tahun ajaran baru, salah satu orangtua murid Febriati Nadia yang hadir dalam bincang tersebut mengatakan, salah satu tantangan belajar dari rumah adalah kedisiplinan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada saat kondisi work from home dan anak-anak belajar dari rumah, tantangannya adalah bagaimana memastikan anak-anak belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan sekolah," tutur Febri.

Pembelajaran yang cenderung menggunakan gadget, lanjut dia, juga bisa membuat anak terdistraksi untuk bermain game dan lainnya.

Sementara itu, tantangan selanjutnya yang cukup besar ialah bagaimana saat orangtua kembali bekerja dan anak-anak masih belajar di rumah.

Baca juga: PPDB Jakarta Jalur Zonasi Dibuka Hari Ini, Berikut Link dan Syarat Pendaftarannya

"Harapan kita sebagai orangtua ada modul yang seimbang antara online dan offline [belajar di sekolah]. Ada yang missing seperti praktikum, pramuka olahraga, ada soft skill seperti leadership, kreativitas, yang kini sulit didapatkan secara online," imbuhnya.

Terkait dengan segala tantangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Kepala Seksi Kesiswaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta Momon Sulaeman mengatakan bahwa PJJ adalah pengalaman pertama bagi semua pihak, termasuk Disdik DKI.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.