Kompas.com - 22/07/2020, 09:03 WIB
|

KOMPAS.com - Meski dalam masa pandemi Covid-19, tetapi orang tua yang memiliki anak usia PAUD tetap memasukkan anaknya ke lembaga PAUD.

Alasannya, tentu orang tua membutuhkan guru PAUD untuk merangsang tumbuh kembang anak dan mengkomunikasikannya pada mereka.

Alasan lain yang paling penting ialah dengan memasukkan anak ke lembaga PAUD, orang tua mendapatkan panduan pembelajaran, yakni Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) untuk mengarahkan kegiatan anak selama di rumah.

Baca juga: 5 Cara Tumbuhkan Minat Baca Anak Usia Dini

Melansir laman Ruang Guru PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jumat (17/7/2020), ada pengalaman menarik dari orang tua yang dibagikan pada Sesi Webinar Orang Tua berbagi "Rumahku Sekolahku" episode II.

Salah satu orang tua siswa PAUD Terpadu Anak Saleh, Malang, Jawa Timur, Wempi Maron menjelaskan beberapa masalah dalam melaksanakan RPPH tersebut.

Menurut dia, sejak adanya pandemi Covid-19, pola belajar siswa berubah, yakni dari belajar di kelas secara tatap muka dengan didampingi guru menjadi belajar di rumah dengan didampingi orang tua.

Sehingga kini tigas guru hanya memberikan panduan secara online, dan akan dilanjutkan oleh orang tua kepada anaknya.

Hanya saja, menurut Wempi, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh anak dan orang tua yaitu:

1. Ketidaksiapan menerima perubahan

Kini, orang tua menjadi guru. Atau selama anak belajar di rumah, orang tua harus mampu menjadi guru untuk anaknya.

Tentu hal ini butuh penyesuaian bagi orang tua karena di sisi lain juga harus menyelesaikan pekerjaannya sendiri, termasuk pekerjaan rumah yang lain.

2. Perilaku anak yang berbeda (moody)

Karena situasi pandemi ini orang tua harus banyak bersabar menghadapi karena mood anak mudah berubah. Oleh karena itu orang tua dituntut untuk bisa menjaga mood anak agar tetap baik.

3. Komunikasi dengan guru

Terkait dengan tugas dan arahan belajar, orang tua juga harus menjaga komunikasi dengan guru. Ini agar orang tua tetap mendapat panduan belajar dari rumah untuk anak.

4. Ketersediaan perangkat teknologi informasi

Teknologi merupakan salah satu kendala yang dihadapi orang tua. Tentu karena tidak semua orang tua mempunyai akses ini dan tidak semua orang tua mahir menggunakan teknologi.

Namun, untuk mengatasi masalah itu, Wempi membagikan pengalamannya bersama anak ketika belajar di rumah, yakni:

  1. Komunikasi, orang tua senantiasa memahami mood anak sebelum memulai aktivitas belajar.
  2. Aktivitas menyenangkan, ciptakan aktivitas menyenangkan dalam belajar anak.
  3. Alat peraga, aktivitas belajar menggunakan alat peraga agar anak mudah memahami.
  4. Membacakan dan bercerita, meningkatkan imajinasi anak dengan membacakan buku cerita ataupun mengajak anak bercerita.

"Berikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan anak, berikan pujian terhadap karyanya agar anak semangat dan percaya diri atas kemampuannya," ujarnya seperti dikutip dari laman http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/

Ketika di rumah, maka anak juga harus diberikan tantangan agar menggali potensinya bisa lebih baik lagi.

Baca juga: Orangtua, Seperti Ini Pembelajaran Anak Usia Dini di Finlandia

Disamping itu, orang tua juga harus membentuk karakter anak. Hal itu bisa dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu penting sekali meneladani karakter yang positif dan mengajarkan anak untuk karakter tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.