Festival dan Serambi Literasi, Upaya Kemendikbud Peringati Hari Aksara di Tengah Pandemi

Kompas.com - 01/09/2020, 17:19 WIB
Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Samto hadir dalam acara Penyusunan Perangkat Pembelajaran Hari Aksara Internasional pada Senin (31/8/2020) di Bogor. DOK. KEMENDIKBUDDirektur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Samto hadir dalam acara Penyusunan Perangkat Pembelajaran Hari Aksara Internasional pada Senin (31/8/2020) di Bogor.

KOMPAS.com – Di masa pandemi, hampir seluruh acara beralih ke dunia virtual. Tidak terkecuali kegiatan Festival Literasi Indonesia (FLI) 2020 dan web seminar Serambi Literasi yang dibuat sebagai peringatan Hari Aksara Internasional (HAI).

"Nanti kami tampilkan hasil-hasil produk unggulan pengembangan literasi masyarakat. Antara lain ada workshop kegiatan literasi masyarakat, pelatihan online," tutur Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Samto pada Senin (31/8/2020) di Bogor.

Dengan mengangkat tema Pembelajaran Literasi pada Masa Pandemi COVID-19, Momentum Perubahan Paradigma Pendidikan, Direktorat PMPK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) membagi kegiatan FLI 2020 dalam 5 acara virtual.

Baca juga: Ingin Baca Buku di Aplikasi EPerpusdikbud, Begini Caranya

Berikut ini merupakan 5 kegiatan virtual yang difasilitasi oleh Kemendikbud.

  1. Pameran foto dan video.
  2. Pameran produk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
  3. Sukses story.
  4. Web seminar.
  5. Gelar wicara (talk show).

Masyarakat dapat melihat pameran foto dan video sejak Selasa (1/9/2020) hingga Senin (7/9/2020) pada situs resmi FLI 2020.

Sementara itu, web seminar Serambi Literasi sudah terlaksana sejak 24 Juli hingga 28 Agustus 2020. Tema yang diusung dalam Serambi Literasi adalah pendidikan inklusi, pendidikan berkelanjutan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), dan menapaki jejak literasi pemberantasan buta aksara.

“Seluruhnya ada 10 sesi, yang kami lakukan setiap hari Jumat. Ada dua sesi,” jelas Samto.

Masalah Buta Aksara di Indonesia

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional Badan Pusat Statistik 2018, data menunjukkan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang buta aksara menurun. Dari 3,4 juta orang pada 2017 menjadi 3,29 juta orang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X