Kompas.com - 01/09/2020, 17:19 WIB

Dalam acara Penyusunan Modul Hari Aksara International 2020, Samto menjelaskan bahwa mayoritas orang yang buta aksara tinggal di daerah terpencil.

“Memerlukan perjuangan, 3 juta orang ini tinggal di daerah sulit perlu upaya strategi agar masyarakat Indonesia terlayani dan mendapatkan informasi dengan kemampuan baca tulis," ungkap Santo.

Pasalnya, pemerintah Indonesia ingin terus berupaya untuk menghapuskan jumlah orang yang buta aksara.

Baca juga: Ajak Anak Gemar Menabung Lewat Komik Literasi Keuangan Bankir Cilik Ini

Melansir dari artikel Just Actions, bila semua orang dewasa bisa membaca serta menulis, mereka bisa memanfaatkan kemampuan tersebut untuk pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, kesehatan, dan partisipasi politik.

Alhasil, peningkatan masyarakat yang melek huruf memang sejalan dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan tenaga kerja, hasil kesehatan, serta partisipasi politik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.